Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Rumah Zakat Latih Kader Posyandu

Kamis 04 Nov 2021 02:16 WIB

Red: Hiru Muhammad

Untuk mendukung desa bebas stunting di desa Timbulharjo, Sewon, Bantul, Rumah Zakat mengadakan pelatihan posyandu kepada kader posyandu dan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk 15 balita rawan stunting dan gizi buruk serta 2 ibu hamil KEK, Selasa (26/10).

Untuk mendukung desa bebas stunting di desa Timbulharjo, Sewon, Bantul, Rumah Zakat mengadakan pelatihan posyandu kepada kader posyandu dan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk 15 balita rawan stunting dan gizi buruk serta 2 ibu hamil KEK, Selasa (26/10).

Foto: istimewa
Selain pelatihan posyandu juga pemberian PMT balita rawan stunting dan gizi buruk

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL--Untuk mendukung desa bebas stunting di desa Timbulharjo, Sewon, Bantul, Rumah Zakat mengadakan pelatihan posyandu kepada kader posyandu dan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk 15 balita rawan stunting dan gizi buruk serta 2 ibu hamil KEK, Selasa (26/10).

Pelatihan kader posyandu diberikan kepada kader posyandu Flamboyan bekerjasama dengan Puskesmas Sewon 1. Adapun kegiatan pelatihan diisi dengan materi tentang gizi untuk balita dan praktek membuatkudapan untuk balita yang disampaikan oleh Tribudi, bagian gizi puskesmas Sewon 1.

Sebanyak 8 ibu-ibu kader posyandu Flamboyan serius mengikuti materi tentang gizi ini karena di dusun mereka ada 3 balita stunting. "Sangat senang ada acara seperti ini, jadi tahu untuk selalu menjaga keseimbangan gizi untuk balita dan ide untuk membuat cemilan yang sehat untuk balita," ujar Suryanti salah satu kader yang mengikuti acara ini.

Selain pelatihan posyandu, ada juga pemberian PMT balita rawan stunting dan gizi buruk. Pemberian PMT dilaksanakan dengan mendatangi ke rumah-rumah balita penerima manfaat. Selain memberikan PMT, PE dan kader posyandu juga berbincang dengan ibu balita untuk mengetahui kondisi balita dantreatment makan balita.

Salah satu balita stunting, Nurhana, sudah mulai makan sendiri dan mulai tambah kuantitas makannya, sehingga berpengaruh pada tambahnya berat badan dan tinggi badan di bulan Oktober ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA