Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Suara 'Aisyiyah Raih Rekor Majalah Perempuan Tertua Dunia

Rabu 03 Nov 2021 08:45 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi

Majalah Suara

Majalah Suara

Foto: Suara 'Aisyiyah
Majalah ini terbit secara berkesinambungan sejak 1926 atau telah berusia 95 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Majalah Suara 'Aisyiyah meraih rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan diberikan kepada Majalah Suara 'Aisyiyah sebagai majalah perempuan tertua di dunia tidak hanya di Indonesia. Majalah ini terbit secara berkesinambungan sejak tahun 1926 atau telah berusia 95 tahun.

"Bukan hanya rekor nasional, tapi rekor dunia. Di Indonesia bukan hanya hadir majalah perempuan, tetapi majalah perempuan Islam tertua yang (terbit) berkesinambungan. Bayangkan saja peristiwa itu 95 tahun lalu, kebetulan Indonesia masih di bawah penjajahan," kata pendiri MURI, Jaya Suprana dalam Puncak Milad ke-95 Suara 'Aisyiyah yang digelar secara daring, Sabtu (30/10).

Hadirnya Suara 'Aisyiyah di tengah masyarakat, menurut Jaya, membuktikan kemandirian dari perempuan Indonesia. Ia pun mengucapkan bangga atas hadirnya majalah yang dikelola di bawah organisasi perempuan Islam terbesar ini.

"Kami sangat bahagia dan bangga atas Suara 'Aisyiyah dan perempuan Islam Indonesia," ujar Jaya.

Untuk itu, ia berharap Suara 'Aisyiyah tetap dapat hadir di tengah masyarakat bahkan hingga akhir zaman. Pasalnya, kehadiran majalah ini juga mengemban misi dakwah khususnya dalam memajukan kaum perempuan.

"Rekor dunia ini dianugerahkan kepada Suara 'Ais­yiyah, saya harapkan majalah ini akan terbit sampai ke abad 21 dan 22 dan selanjutnya sampai akhir zaman," jelasnya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir juga mengucapkan selamat atas penghargaan yang diterima Suara 'Aisyi­yah. Haedar meminta agar Suara 'Aisyiyah tetap menjadi pelopor literasi perempuan berkemajuan. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas berita, kualitas informasi dan pesan yang disampaikan kepada masyarakat luas.

Baca juga : UGM Peringkat Satu di Indonesia Versi 4ICU

"Sehingga dapat menjadi penerang, dapat menjadi suluh bagi perempuan Indonesia," ujar Haedar.

Pimpinan Redaksi Suara 'Aisyiyah, Hajar NS mengatakan, penghargaan yang diraih ini dapat menjadi penyemangat sebagai suluh atau literasi bagi kaum perempuan. Dengan begitu, 'Aisyiyah melalui Suara 'Aisyiyah mengemban misi mensyiarkan Islam berkemajuan yang memuliakan derajat perempuan.

"Ini menjadi penyemangat buat kami agar Suara 'Aisyiyah tetap bisa menjadi suluh untuk mensyiarkan Islam wasathiyah yang memuliakan derajat perempuan dan perempuan berkemajuan," kata Hajar. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA