Selasa 02 Nov 2021 16:43 WIB

China Rilis Cadangan, Harga Minyak Dunia Tetap Naik

Harga minyak diperkirakan akan bertahan mendekati 80 dolar AS per barel akhir tahun

Rep: Mgrol131/ Red: Gita Amanda
Harga minyak dunia (ilustrasi).  Harga minyak diperkirakan akan bertahan mendekati 80 dolar AS per barel akhir tahun.
Harga minyak dunia (ilustrasi). Harga minyak diperkirakan akan bertahan mendekati 80 dolar AS per barel akhir tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, Harga minyak dunia tetap pada angka tinggi pada Senin (1/11), karena ekspektasi permintaan yang kuat dan keyakinan kelompok produsen utama yang tak akan begitu saja meningkatkan produksi merespons langkah China melepas cadangan bahan bakarnya.

Meski sempat mengalami penurunan, namun harga minyak dunia kembali naik. Harga Brent naik 99 sen dolar AS, atau 1,1 persen menjadi 84,71 dolar AS per barel setelah sempat mencapai sesi terendah di angka 83,03 dolar AS per barel. Sementara West Texas Intermediare (WTI) AS naik 84 sen atau 0,6 persen menjadi 84,05 dolar AS setelah sebelumnya turun di angka 82,74 dolar AS.

Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan, harga minyak dunia diperkirakan akan bertahan mendekati 80 dolar AS per barel pada akhir tahun. Karena persediaan yang terbatas dan harga gas yang tinggi, mendorong peralihan ke minyak mentah untuk digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden pada Sabtu (30/11), mendesak negara-negara penghasil energi utama G20 dengan kapasitas cadangan untuk meningkatkan produksi. Ini dilakukan guna memastikan pemulihan ekonomi global yang lebih kuat dan bagian dari upaya luas menekan OPEC+ meningkatkan pasokan.

OPEC+, tetap berpegang pada peningkatan produksi bulanan bertahap sebesar 400 ribu barel per hari (bph), meskipun ada permintaan untuk lebih banyak minyak dari konsumen utama. Peningkatan produksi minyak OPEC pada Oktober kurang dari kenaikan yang direncanakan berdasarkan kesepakatan dengan sekutu.

OPEC+ diperkirakan oleh para analis akan tetap pada angka 400 ribu barel per hari sesuai kesepatan pada pertemuan 4 November, dengan anggota Kuwait dan Irak dalam beberapa hari terakhir menyuarakan dukungan mereka untuk itu dan mengatakan volume itu memadai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement