Selasa 02 Nov 2021 09:38 WIB

5 Tanda Anak Anda Kesulitan Kembali ke Sekolah

Pada akhir bulan pertama kembali ke sekolah, anak seharusnya sudah beradaptasi.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Reiny Dwinanda
Sejumlah pelajar menunggu waktu pergantian kelas saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD Negeri 064979, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatra Utara, Senin (1/11/2021). Perhatikan bagaimana anak menyesuaikan diri saat kembali ke sekolah.
Foto: ANTARA/Fransisco Carolio
Sejumlah pelajar menunggu waktu pergantian kelas saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD Negeri 064979, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatra Utara, Senin (1/11/2021). Perhatikan bagaimana anak menyesuaikan diri saat kembali ke sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dimulainya kembali sekolah setelah hampir dua tahun belajar di rumah akan menjadi tantangan berat bagi anak-anak. Menurut ahli psikologi, bulan pertama atau kedua menjadi masa transisi bagi semua anak.

Akan tetapi, jika tidak kunjung menyesuaikan diri, itu mungkin pertanda mereka membutuhkan dukungan tambahan. Ingin tahu apakah anak Anda membutuhkan bantuan pada saat ini di tahun ini? Berikut beberapa tanda yang harus diwaspadai, dikutip dari Huff Post, Selasa (2/11):

Baca Juga

1. Menghindari tugas

Menghindari pekerjaan sekolah atau kegiatan yang berhubungan dengan sekolah bisa menjadi petunjuk bahwa anak mengalami kesulitan menyesuaikan diri. Seorang anak yang kesulitan dengan matematika tidak mungkin mau duduk tenang dan mengerjakan pekerjaan rumah mata pelajaran tersebut.

"Perilaku menghindari tugas merupakan petunjuk bahwa anak-anak membutuhkan sedikit lebih banyak bantuan dan dukungan," kata Rebecca Jackson, dokter spesialis kognitif di Brain Balance Achievement Centers, Amerika Serikat.

Jackson mengingatkan, penghindaran itu dapat berbeda-beda wujudnya, tergantung pada usia anak-anak. Anak-anak yang lebih kecil mungkin mengalami tantrum atau meltdown ketika mereka seharusnya melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya. Anak-anak yang lebih besar mungkin hanya menutup diri secara emosional atau menunda-nunda.

2. Tidak mau membicarakan tentang sekolah

Anak-anak tidak selalu mampu mengomunikasikan tentang apa yang terjadi di sekolah, terutama jika mendapat pertanyaan umum "bagaimana sekolah hari ini?". Namun, kalau Anda tidak dapat membuat anak terbuka sama sekali tentang apa yang terjadi di sekolah, itu adalah potensi bahaya.

Menurut Jackson, sangat penting untuk mengetahui gaya komunikasi anak. Ia mencontohkan, anak-anaknya sendiri lebih terbuka padanya melalui permainan lempar-tangkap atau menjelang tidur.

Cobalah berbagai permintaan seperti: "Ceritakan tentang bagian terbaik dari hari kamu". Jadi, jika Anda mencoba banyak strategi berbeda untuk membuat anak berbicara dengan Anda dan mereka tidak mau, ada baiknya mengeceknya kepada guru.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement