Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Roma Kalah, Wasit Dikritisi

Senin 01 Nov 2021 09:40 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pemain Milan Alexis Saelemaekers (kiri) dan pemain Roma Jordan Veretout berebut bola dalam pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AS Roma dan AC Milan di Roma, Italia, Senin (1/11) dini hari WIB..

Pemain Milan Alexis Saelemaekers (kiri) dan pemain Roma Jordan Veretout berebut bola dalam pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AS Roma dan AC Milan di Roma, Italia, Senin (1/11) dini hari WIB..

Foto: EPA-EFE/CLAUDIO PERI
Mourinho begitu marah atas situasi di lapangan.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Bek tengah AS Roma, Gianluca Mancini kecewa berat. Ini terkait situasi pertandingan antara timnya kontra AC Milan pada giornata ke-11 Liga Serie A Italia musim 2021/22.

Roma kalah 1-2 dari Milan di Stadion Olimpico, Senin (1/11) dini hari WIB. Mancini menilai ada beberapa keputusan wasit Fabio Maresca tidak mencerminkan keadilan. Tepatnya sangat merugikan mereka.

Salah satunya pada menit ke-57 ketika kubu tamu mendapat hadiah penalti. Saat itu Roger Ibanez menjatuhkan Zlatan Ibrahimovic di area terlarang. Menurut Mancini apa yang terjadi, bukan pelanggaran. 

Pelatih Roma, Jose Mourinho sangat marah. Ia sampai enggan menjawab pertanyaan apa pun di jumpar pers selepas laga. Mancini turut merasakan hal serupa.

"Kami berbagi kemarahan dengan pelatih. Semua orang melihat insiden itu. Itu sama sekali bukan penalti. Wasit telah diberitahu untuk meninjau VAR, tapi dia tetap pada keputusannya," kata eks penggawa Atalanta kepada DAZN, dikutip dari Football Italia.

Ia memahami wasit bisa melakukan kesalahan. Itu sangat manusiawi. Namun dalam prosesnya, situasi seperti ini bisa ditinjau lagi.

Ada lima ofisial yang bertugas menangani VAR. Para petugas tersebut memanggil Maresca untuk melihat lagi tayangan ulang. Namun sang pengadil sudah mantap dengan keputusannya.

"Itu tekel yang sangat normal, di dalam kotak saat dua pemain sama-sama mengejar bola. Ibrahimovic bahkan tidak dalam posisi akan melepaskan tembakan," ujar Mancini.

Ia merasa ada banyak aturan yang membatasi pergerakan bek. Para pemain bertahan, menurutnya berlaku seperti penguin. Mereka melompat dengan tangan ke belakang, dan tidak boleh melakukan tekel.

Khusus dalam laga ini, Mancini melihat Maresca melakukan banyak kekeliruan. Ia bahkan tidak memberi penalti untuk I Lupi saat bek Milan, Simon Kjaer menendang tulang kering Lorenzo Pellegrini. Wasit juga mengeluarkan 12 kartu kuning pada pertandingan ini.

"Saya pikir 12 kartu kuning terlalu banyak untuk laga ini. Lihatlah Liga Primer, mereka akan tertawa jika anda memimpin seperti ini, terutama terkait insiden penalti itu," ujarnya.

Mancini tetap berupaya menunjukkan rasa hormat kepada siapa pun. Tetapi ia harus berkata jujur. Ia melihat sebuah lelucon terjadi di Olimpico.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA