Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Kelompok Bersenjata Serang Resepsi Pernikahan di Afghanistan

Ahad 31 Oct 2021 17:54 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Kelompok yang mengaku Taliban menyerang resepsi pernikahan karena memutar musik. Ilustrasi.

Kelompok yang mengaku Taliban menyerang resepsi pernikahan karena memutar musik. Ilustrasi.

Foto: AP/Felipe Dana
Kelompok yang mengaku Taliban menyerang resepsi pernikahan karena memutar musik

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Orang-orang bersenjata yang mengidentifikasi diri mereka sebagai Taliban melakukan serangan di sebuah acara pernikahan di Afghanistan timur. Mereka menyerang untuk menghentikan pemutaran musik.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 10 lainnya. Seorang juru bicara Taliban mengatakan dua dari tiga pria bersenjata telah ditangkap. Namun Taliban membantah bahwa pelaku merupakan anggota kelompok tersebut. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kasus tersebut sedang diselidiki.

Baca Juga

Seorang saksi mata mengatakan kepada BBC bahwa empat pasangan menikah dan menggelar acara resepsi bersama di distrik Surkh Rod di provinsi Nangarhar pada Jumat (29/10). Mereka telah meminta izin kepada seorang pemimpin Taliban setempat untuk memutar rekaman musik di area resepsi yang hanya digunakan oleh para wanita.

Namun pada larut malam, orang-orang bersenjata memaksa masuk dan mencoba menghancurkan pengeras suara. Ketika para tamu memprotes, orang-orang bersenjata tersebut melepaskan tembakan.

Kelompok ISIS, yang berseberangan dengan Taliban, juga aktif di Nangarhar. Mereka telah dituding melakukan kesalahan atas insiden serupa di masa lalu.

Taliban melarang musik ketika mereka berkuasa pada periode 1996 hingga 2001. Mereka belum menetapkan aturan serupa ketika kembali menguasai Afghanistan pada Agustus lalu.

Selama pemerintahan periode sebelumnya, Taliban memberlakukan interpretasi hukum Islam yang sangat ketat. Akan tetapi ketika kembali berkuasa, Taliban berusaha untuk menampilkan citra yang lebih moderat dan mencari pengakuan internasional.

Sejak Taliban kembali berkuasa, mereka dituduh membunuh seorang penyanyi folk dan menghancurkan instrumen. Sejauh ini banyak penyanyi dan musisi  telah meninggalkan Afghanistan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA