Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Jamkrindo Latih Budidaya Kambing Unggulan UMKM

Ahad 31 Oct 2021 04:54 WIB

Rep: riga nurul iman/ Red: Hiru Muhammad

Direktur Manajemen SDM, Umum dan Kepatuhan Jamkrindo Sulis Usdoko menghadiri pelatihan budidaya kambing dan domba unggulan di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (30/10)

Direktur Manajemen SDM, Umum dan Kepatuhan Jamkrindo Sulis Usdoko menghadiri pelatihan budidaya kambing dan domba unggulan di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (30/10)

Foto: istimewa
UMKM kerap diasosiasikan kurang modal, Jamkrindo mendorong perubahan paradigma

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Upaya pemberdayaan warga di masa pandemi agar bangkit dan bergerak di bidang eonomi terus dilakukan. Hal tersebut misalnya didorong PT Jamkrindo, salah satu BUMN yang fokus mendorong kegiatan ekonomi masyarakat melalui pelatihan budidaya kambing dan domba unggulan di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sebelumnya, program pemberdayaan masyarakat Jamkrindo dilakukan di Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark, Kabupaten Sukabumi melalui rintisan usaha budidaya sayur secara hidroponik, optimalisasi homestay, dan produksi keripik mangga.

'' Kini Jamkrindo mendorong kegiatan ekonomi masyarakat melalui pelatihan budidaya kambing dan domba unggulan,'' ujar Direktur Manajemen SDM, Umum dan Kepatuhan Jamkrindo Sulis Usdoko kepada wartawan, Sabtu (30/10). Kegiatan ini sebagai bagian dari tanggungjawab sosial dan lingkungan Jamkrindo.

Di mana hal tersebut dilakukan mulai dari Ciletuh dan sekarang di gerbang Kabupaten Sukabumi di Cikidang. Intinya adalah kesatuan konsep Sustainable Development Goals (SDGs) dan tanggungjawab Jamkrindo rohnya dalam pemberdayaan UMKM.

Seringkali terang Sulis, UMKM diasosisikan dengan kendala kurang modal. Sehingga Jamkrindo mendorong perubahan paradigma masyarakat dengan edukasi yang praktis.

Masyarakat lanjut Sulis bisa belajar langsung dari ahlinya dari peternakan IPB dan diadakan di Cikidang. Langkah ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat secara langsung dan yang paling mudah di budidaya kambing karena resikonya jauh lebih mudah dan merubah mindset dalam meningjatkan ekonomi warga.

Sulis menerangkan, konsep yang diterapkan dalam pemberdayaan ini yakni 70 persen pendampingan berdasarkan pengalaman atau pembelajaran berdasarkan pengalaman. Di mana didatangkan ahli dalam mendampingi warga.

Sementara itu 20 persen mentoring dan 10 persen pembuka kegiatan. Intinya dalam 70 persen adalah komitmen meningkatkan capability masyarakat dalam bidang peternakan.

Sulis berharap, pelatihan dan pendampingan ini membentuk jejaring dan ekosistem UMKM harus berkelanjutan. Ia mengatakan dipilihnya Sukabumi dalam pelatihan karena merupakan daerah penyangga ibukota Jakarta atau Jabotabek.

Pembangunan yang dilakukan pemerintah kata Sulis, berhubungan dengan keselarasan pertumbuhan ekonomi di daerah. Dalam artian sebelum infrastruktur jalan, harus dilakukan pula pertumbuhan ekonomi warganya.

'' Kami mulai (pemberdayaan warga-red sejak 2019 sebelum ada pandemi dan kami pikirkan jangka panjang,'' cetus Sulis. Sebab potensi di Sukabumi luar biasa sehingga dapat dimaksimalkan.

Salah seorang warga Kecamatan Cikidang yang ikut pelatihan, Endang mengatakan, masyarakat Cikidang merasa bangga dengan adanya pelatihan. '' Warga dapat menambah penghasilan dan taraf hidup ekonomi masyarakat meningkat,'' kata dia.

Terutama kata Endang, pelatihan ini dapat memajukan peternakan kambing dan domba unggulan di wilayahnya. Ke depan misalnya di Cikidang akan menghasilkan produksi susu kambing agar jadi produk unggulan daerah.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA