Sabtu 30 Oct 2021 08:17 WIB

Jokowi akan Hadiri Sesi Ekonomi dan Kesehatan Global di KTT

Jokowi akan melakukan agenda padat di KTT G20.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Dwi Murdaningsih
Presiden Joko Widodo.
Foto: Antara/Biro Pers dan Media Kepresidenan/Lukas
Presiden Joko Widodo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah tiba di Roma, Italia untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Dalam agendanya hari ini, Presiden dijadwalkan akan menghadiri sesi mengenai ekonomi dan kesehatan global.

"Presiden Republik Indonesia sudah akan melakukan kegiatan yang sangat padat, yaitu antara lain menghadiri sesi mengenai global economy and global health," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dikutip dari siaran resmi Istana, Sabtu (30/10).

Baca Juga

Selain itu, Presiden juga akan menghadiri side event mengenai dukungan usaha kecil dan menengah dan bisnis milik perempuan dan secara khusus diminta untuk menjadi pembicara. Sebelumnya, Jokowi menyampaikan bahwa undangan ini menunjukkan pengakuan dunia terhadap kebijakan keberpihakan pemerintah Indonesia kepada UMKM dan peran perempuan dalam bisnis UMKM.

"Kemudian Bapak Presiden juga akan menghadiri acara budaya dan jamuan makan malam yang akan dituanrumahi oleh Perdana Menteri Italia," lanjut Menlu.

Selain menghadiri KTT G20, Presiden juga akan melakukan pertemuan bilateral paling tidak dengan enam pemimpin, antara lain dari Australia, Perancis, India, Turki, Italia, dan Bank Dunia. Menlu menjelaskan, agenda bilateral masih sangat dinamis dan bisa berubah menyesuaikan jadwal para pemimpin.

"Kemungkinan masih akan terjadi beberapa perubahan di pertemuan bilateral karena masih ada beberapa permintaan dan kita sekarang sedang terus mencoba untuk mencocokkan jadwal, baik jadwal Bapak Presiden maupun jadwal pemimpin lainnya," kata Retno.

Sementara itu, pada level menteri, Menteri Luar Negeri pada Jumat (29/10) kemarin telah melakukan tiga pertemuan bilateral yaitu dengan Menteri Luar Negeri Meksiko, Menteri Luar Negeri India, dan State Councellor Menteri Luar Negeri China.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement