Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Sudjarno: LIB dan PSSI akan Tindaklanjuti Laporan Perserang

Jumat 29 Oct 2021 18:58 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sudjarno, di kantor LIB, Jakarta, Jumat (29/10).

Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sudjarno, di kantor LIB, Jakarta, Jumat (29/10).

Foto: Republika/Afrizal Rosikhul Ilmi
Akan ada penyelidikan terhadap kasus pengaturan skor ini agar menjadi jelas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno mengatakan pihaknya bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan menindaklanjuti laporan dari manajemen Perserang Serang terkait dugaan pengaturan skor di Liga 2 2021. Laporan itu menyebut adanya pihak luar yang meminta pemain Perserang untuk kalah di beberapa pertandingan.

"Laporan ini akan kami tindak lanjuti. Pertama secara internal ini akan kami koordinasikan, tentu ini bagian dari komite disiplin karena terkait dengan pemain, pelatih, dan klub kan ada di mereka. Dari situ nanti kalau ada hal-hal eksternal harus maju ke tindak pidana, saya koordinasi dengan Polda Metro Jaya," kata Sudjarno kepada wartawan di Jakarta, Jumat (29/10).

Baca Juga

Sudjarno mengungkapkan, dalam MoU antara PSSI dengan Mabes Polri ada salah satu kerja sama tentang pencegahan mafia bola. Menurutnya, tentu akan ada penyelidikan terhadap kasus ini agar menjadi jelas apakah ditemukan adanya tindak pidana atau tidak.

"Ketika sudah ada bukti-bukti yang cukup, ada keterangan saksi dan segala macam, kemudian ke tingkat penyidikan," jelas Sudjarno. "Oleh karena itu laporan dari Perserang ini kami apresiasi, jadi ada laporan kami harus tindaklanjuti baik secara internal maupun eksternal nantinya."

Seandainya nanti harus naik ke ranah tindak pidana mafia bola, Sudjarno akan menanyakan ke Polda Metro Jaya terkait mekanismenya.

"Jadi kasus ini membuka mata, ini buat pengalaman. Kami mau ketemu dengan komite disiplin untuk lihat apa saja laporan dari mereka yang dikatakan bukti-bukti. Itu jadi bahan kalau naik ke mafia bola yang akan diserahkan secara eksternal ke Polri," jelas Sudjarno.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA