Sabtu 30 Oct 2021 05:05 WIB

FKUB Purbalingga Wacanakan Program Desa Toleransi

Desa Toleransi untuk tingkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi antarsesama

Toleransi (ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi
Toleransi (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, PURBALINGGA -- Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah mewacanakan program Desa Toleransi guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya toleransi antarsesama.

"FKUB Purbalingga mewacanakan program desa yang memiliki kesadaran tinggi akan kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Program ini disebut program Desa Toleransi," kata Ketua FKUB Purbalingga KH Nurcholis Masrur, Jumat (29/10).

Pernyataan tersebut disampaikan usai melakukan audiensi dengan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dan jajaran Pemkab Purbalingga. Dia menyebutkan, wacana tersebut merupakan bagian dari program FKUB tahun 2022 - 2024 yang bertujuan untuk mewujudkan moderasi beragama secara konkret sesuai visi dan misi.

Sementara itu, pengurus FKUB Purbalingga Ari Broto menambahkan sebelum melakukan pencanangan program maka pihaknya akan melakukan studi banding ke wilayah yang telah sukses melaksanakan program Desa Toleransi.

"Selanjutnya baru dilakukan implementasi, yaitu melalui Forum Group Discussion atau FGD di desa yang akan dijadikan model percontohan yakni Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet," katanya.

Setelah itu, kata dia, baru dilakukan pencanangan Desa Toleransi secara formal tahun 2022. Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan pihaknya menyambut baik program FKUB dalam mewujudkan Desa Tolerasi di Purbalingga. Bupati juga berharap jumlah Desa Toleransi di Purbalingga akan dapat terus bertambah seiring waktu.

"Paling tidak kalau nanti desa tersebut sudah menjadi acuan atau percontohan, masyarakat akan bisa tahu bagaimana membentuk toleransi yang baik antarumat beragama," katanya.

Bupati juga berharap di tahun 2024 nanti setidaknya akan ada satu Desa Toleransi di masing-masing kecamatan di Purbalingga. "Untuk mewujudkan Desa Toleransi maka perlu adanya panduan, syarat atau indikator untuk bisa dipenuhi desa tersebut," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement