Jumat 29 Oct 2021 15:33 WIB

Muslim India Ditangkap karena Dukung Tim Kriket Pakistan

Beberapa Muslim lainnya mendapat masalah karena menyemangati tim kriket Pakistan.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Muslim India Ditangkap karena Dukung Tim Kriket Pakistan
Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Muslim India Ditangkap karena Dukung Tim Kriket Pakistan

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Polisi di negara bagian Uttar Pradesh India menangkap tiga orang Muslim karena mendukung Pakistan dalam pertandingan kriket Piala Dunia T20 Ahad lalu. Tiga orang ini merupakan pelajar asal Kashmir yang telah merayakan kemenangan Pakistan atas India.

Melansir dari BBC, Jumat (29/10), menurut keterangan polisi, mereka tidak hanya mendukung Pakistan tapi meneriakkan yel-yel anti-India dan pro-Pakistan selama pertandingan berlangsung. Ketiganya ditangkap pada Rabu lalu, setelah polisi mendapat laporan dari beberapa anggota Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa. 

Baca Juga

Mereka dituduh mempromosikan permusuhan dan terorisme dunia maya karena memposting status WhatsApp untuk mendukung pemain kriket Pakistan. Ketiga mahasiswa di Agra ini, kemudian diskors oleh perguruan tinggi mereka pada Senin lalu.

Pakistan mengalahkan India dengan 10 wicket. Hubungan antara tetangga Asia Selatan selalu dingin dan pertandingan kriket sering memperburuk ketegangan ini. Kritikus mengatakan setelah India kalah dalam pertandingan, banyak orang India juga melupakan sportivitas mereka, mencari kambing hitam untuk disalahkan.

Segera setelah pertandingan berakhir, Mohammed Shami, satu-satunya Muslim di tim kriket India, dicemooh dan dilecehkan secara daring. Pengguna media sosial menuduhnya sengaja memberi kesempatan kepada tim Pakistan, sementara yang lain mencapnya sebagai pengkhianat.

Sejak Ahad, beberapa Muslim lainnya mendapat masalah karena menyemangati tim kriket Pakistan. Di negara bagian gurun Rajasthan, seorang guru sekolah kehilangan pekerjaannya karena membagikan unggahan perayaan di WhatsApp setelah kemenangan Pakistan. Dia juga ditangkap pada Rabu, Press Trust of India melaporkan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement