Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Peneliti LIPI Sebut Ada Tiga Skenario Jadikan Ganjar Capres

Jumat 29 Oct 2021 15:11 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Mas Alamil Huda

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Kiri) menaburkan bunga di pusara makam Presiden pertama RI Soekarno, Kota Blitar, Jawa Timur, Ahad (24/10/2021).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Kiri) menaburkan bunga di pusara makam Presiden pertama RI Soekarno, Kota Blitar, Jawa Timur, Ahad (24/10/2021).

Foto: ANTARA/Irfan Anshori
Setidaknya ada tiga skenario agar Ganjar bisa menjadi calon presiden (capres) 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Prof Firman Noor mengamati peluang Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDIP Ganjar Pranowo terbilang cukup meyakinkan untuk bertarung di Pilpres 2024. Ia menganalisa setidaknya ada tiga skenario agar Ganjar bisa menjadi calon presiden (capres) 2024.

Dalam skenario pertama, Prof Firman menyebut, Ganjar bisa saja memilih hengkang dari PDIP agar bisa menjadi capres. Selama ini, peluang Ganjar menjadi capres dari PDIP terganjal restu Megawati Soekarnoputri yang bersikukuh mengusung anaknya sendiri, Puan Maharani. "Peluang Ganjar ada tiga. Pertama dia jadi anggota partai baru," kata Prof Firman kepada Republika.co.id, Jumat (29/10).

Lalu untuk skenario kedua, Ganjar berpeluang diusung oleh koalisi parpol. Dalam skenario ini, Ganjar bisa bertindak sebagai tokoh nonparpol dengan keluar dari PDIP atau tetap menjadi kader PDIP. "Dia bisa diusung partai-partai walau dia bukan anggota partai manapun atau tetap di PDIP," ujar Prof Firman.

Terakhir, Prof Firman menduga terjadinya perdebatan sengit di internal PDIP soal pengusungan Puan atau Ganjar. Lalu Ganjar bisa saja menyisihkan Puan dengan mendasarkan pencalonannya pada hasil sejumlah survei. Maklum saja, nama Ganjar selalu berada di urutan atas survei capres.

"Skenario ketiga negosiasi dengan PDIP untuk bisa yakinkan internal PDIP agar bisa mencalonkan diri karena mungkin suaranya terus leading sampai hari H pencoblosan," ucap Prof Firman.

Sebelumnya, Ketum PDIP Megawati mempersilakan para kadernya untuk mundur dari partai. Ia meminta kader yang tidak loyal dan tidak bersedia menjalankan tugas partai sebaiknya keluar dari PDIP.

"Sekarang ini saya sering sekali mengatakan, sudah mereka kalau ndak suka lagi sama PDIP silakan mengundurkan diri. Daripada saya capek pecat-pecat, mengundurkan diri saja," kata Megawati di acara PDIP yang berlangsung virtual, Kamis (28/10). 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA