Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Bagi-Bagi Warisan saat Orang Tua Alzheimer, Apa Hukumnya?

Kamis 28 Oct 2021 19:56 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

Harta warisan adalah hak sepenuhnya orang tua selama masih hidup. Ilustrasi Harta Warisan

Harta warisan adalah hak sepenuhnya orang tua selama masih hidup. Ilustrasi Harta Warisan

Foto: Pixabay
Harta warisan adalah hak sepenuhnya orang tua selama masih hidup

REPUBLIKA.CO.ID, –  Ketika orang tua terkena alzheimer dan pihak sanak saudara berinisiatif membagi-bagikan warisannya, apa hukumnya dalam Islam?

Dilansir di Masrawy, Kamis (28/10), wali Fatwa di Darul Ifta Mesir Syekh Ali Fakhr menanggapi pertanyaan interaktif yang biasa diajukan umat kepada lembaganya. Kali ini menjawab pertanyaan dari seseorang yang berbunyi, “Ayah saya menderita Alzheimer, jadi saudara-saudara membagikan warisan untuk laki-laki dan perempuan, apakah boleh?” 

Baca Juga

Dalam tanggapannya, Syekh Fakhr mengatakan bahwa hal demikian tidak dibenarkan. Dan seseorang, kata Syekh Fakhr, tidak dibenarkan dalam Islam untuk mengambil alih tanggung jawab keuangan dari orang lain, walaupun orang itu dalam keadaan sakit.

“Orang yang sakit itu tidak dapat membagikan uang dan harta bendanya, maka itu menunjukkan bahwa uang dan harta benda semuanya itu dipercayakan kepada kita. Dan kita tidak boleh dan tidak boleh membagi-bagikan harta benda ini selama dia masih hidup,” kata Syekh Fakhr.

Syekh Fakhr menambahkan, tidak boleh membagikan harta waris sampai setelah kematian si pemberi waris. Dan selama pemberi waris masih hidup, seseorang tidak boleh mengatur ataupun membagi-bagikan harta benda warisannya itu.

Namun bagaimana hukumnya jika si pemberi waris tidak memiliki kemampuan untuk membagi-bagikan warisannya?

Syekh Fakhr menekankakan bahwa dalam kasus tersebut, kita harus menggunakan uang dan harta benda itu untuk kepentingan si pemilik waris terlebih dahulu apabila dia membutuhkan perawatan dalam sakit. 

Sedangkan untuk membagi-bagikan wairsnya, hal itu harus disesuaikan dengan keputusan pengadilan dan dalam batas-batas tertentu.

Fakhr menekankan bahwa tidak diperbolehkan oleh syariat agama untuk membagi uang dan harta benda waris apabila si pemilik waris masih hidup. Bahkan jika pembagian itu berkomitmen untuk hukum Allah SWT, tetap harus dibagikan sesuai dengan ketentuan syariat yang menyertainya. 

 

Sumber: masrawy

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA