Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Menag Ingatkan Masa Depan Bangsa di Tangan Pemuda

Kamis 28 Oct 2021 17:49 WIB

Red: Ani Nursalikah

Menag Ingatkan Masa Depan Bangsa di Tangan Pemuda

Menag Ingatkan Masa Depan Bangsa di Tangan Pemuda

Foto: Kemenag
Menurutnya, Kemenag saat ini terus berupaya melakukan penguatan moderasi beragama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan masa depan bangsa ada di tangan para pemuda yang harus memikul beragam persoalan umat dan bangsa.

"Masa depan bangsa di tangan pemuda," ujar Menag dalam keterangan tertulis, Kamis (28/10).

Baca Juga

Pernyataan itu disampaikan dalam memperingati 93 tahun peristiwa Sumpah Pemuda. Pada 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia memekikkan sumpah tentang Satu Tumpah Darah, Satu Bangsa, Indonesia.

Mereka bersumpah menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Yaqut mengatakan pemuda masa depan harus memiliki pemahaman dan praktik keagamaan yang moderat, tidak ekstrem kanan dan ekstrem kiri.

Menurutnya, Kementerian Agama saat ini terus berupaya melakukan penguatan moderasi beragama, salah satunya kepada kalangan pemuda dengan beragam kebijakan yang telah ditetaskan. Salah satu program dalam penguatan moderasi beragama seperti mencetak duta moderasi beragama baik dari siswa Madrasah Aliyah hingga mahasiswa.

"Mereka diberi pemahaman terkait moderasi beragama, sekaligus keterampilan membuat konten publikasi yang moderat," katanya.

Menurut dia, buah dari moderasi beragama adalah kerukunan. Kerukunan beragama itu menjadi modal penting dalam membangun bangsa."Maju pemuda Indonesia. Di tangan kalian, masa depan Indonesia," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan di era disrupsi seperti sekarang ini adalah momentum bagi pemuda untuk menjadi pemimpin dan memenangkan kompetisi. "Dalam dunia yang penuh disrupsi waktunya kaum muda menjadi pemimpin untuk memenangkan kompetisi. Pemimpin yang menguasai teknologi bukan dikuasai teknologi," katanya.

Jokowi mengatakan pemuda yang menjadi pemimpin harus berani mengambil inisiatif tetapi tetap harus humanis. Pemuda juga harus terus belajar kepada siapa saja, tentang apa saja, dan yang lebih penting menjadi pemimpin yang siap berkontribusi untuk kemajuan Indonesia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA