Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Menangkap Peluang Bisnis Kuliner di Ruang Digital

Kamis 28 Oct 2021 17:13 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Pedagang melayani konsumen membeli makanan di Wisata Kuliner Minggon Jatinan, Kabupaten Batang, Ahad (24/10). Pandemi Covid-19 membuat pelaku usaha kuliner harus bisa menangkap peluang bisnis di ruang digital.

Pedagang melayani konsumen membeli makanan di Wisata Kuliner Minggon Jatinan, Kabupaten Batang, Ahad (24/10). Pandemi Covid-19 membuat pelaku usaha kuliner harus bisa menangkap peluang bisnis di ruang digital.

Foto: Antara/Harviyan Perdana Putra
Saat ini aplikasi Gojek telah diunduh lebih dari 190 juta kali per Juni 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, OLEH RAHAYU SUBEKTI

Pandemi Covid-19 membuat pelaku usaha kuliner harus bisa menangkap peluang bisnis di ruang digital. Kenormalan baru yang mau tidak mau harus diterapkan semenjak pandemi Covid-19 berlangsung satu tahun lebih ini membuat pelaku usaha kuliner, khususnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) harus beradaptasi dengan digitalisasi.

Beruntungnya, dalam proses bangkit dari terpaan pandemi, UMKM saat ini sudah dihadapkan dengan kemudahan memasuki ruang digital. Salah satunya dengan memanfaatkan ekosistem Gojek untuk menangkap peluang bisnis kembali di tengah kondisi pandemi.

Para UMKM kuliner saat ini dapat memanfaatkan inovasi yang disediakan Gojek. Khususnya dalam layanan pesan antar makanan yakni GoFood sekaligus hal tersebut juga berdampak positif kepada pengemudi Gojek. Sebab tak hanya sektor UMKM saja, pengemudi transportasi daring pun juga terimbas dengan dibatasinya mobilitas masyarakat saat pembatasan diberlakukan oleh pemerintah.

Jika ekosistem Gojek dimanfaatkan, UMKM kuliner dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki Gojek. Saat ini, aplikasi Gojek telah diunduh lebih dari 190 juta kali per Juni 2021. Angka itu dapat dimanfaatkan para pelaku usaha UMKM kuliner dalam memperluas penjualannya di tengah pandemi.

Tak hanya itu, Gojek pun menjanjikan inovasi yang akan terus dilakukan dan pada akhirnya juga menguntungkan para mitranya dalam menjalankan bisnis. "Sejak Gojek lair 11 tahun lalu, inovasi sudah menjadi bagian dari DNA kami," kata Co-Founder dan CEO Gojek Kevin Aluwi dalam konferensi video, Rabu (27/10).

Kevin yakin inovasi yang terus dihadirkan saat ini dapat menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan masyarakat. Kevin yakin dengan adanya inovasi maka akan mempermudah keseharian hidup masyarakat termasuk mendukung jutaan pengemudi dan mitra usaha Gojek. Khususnya pelaku UMKM untuk terus tumbuh meski di tengah pandemi.

GoFood Sajikan Pengalaman Kuliner Terbaik

Demi merengkuh konsumen lebih luas di tengah keterbatasan saat pandemi, layanan GoFood menjadi andalan Gojek dalam membantu kebangkitan UMKM kuliner. Co-Founder dan CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan, terdapat dua inovasi yang menjadi andalan dari layanan pesan antar itu yakni GoFood PLUS dan pesan sekaligus demi membuat pengalaman kuliner terbaik bagi penggunanya.

"Kedua fitur ini semakin memperkuat posisi GoFood sebagai penyedia layanan pesan antar makanan yang value for money," kata Kevin.

Dengan adanya fitur GoFood PLUS maka pengguna Gojek dapat membeli paket berlangganan potongan harga langsung dengan harga yang terjangkau termasuk diskon ongkos kirim. Kevin mengatakan, fitur tersebut terus menjadi andalan.

Kevin menuturkan, kenaikan jumlah pelanggan GoFood PLUS hampir lima kali lipat lipat sepanjang Januari-Juni 2021. Tentunya hal tersebut seharusnya dapat menjadi potensi bagi mitra usaha UMKM yang bergabung dengan Gojek.

Sementara, fitur pesan sekaligus juga memungkinkan pelanggan memesan makanan atau minuman dari banyak resto sekaligus di satu lokasi. Gojek mencatat, hingga saat ini sudah ada 41 lokasi di tujuh kota besar termasuk Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.

"Ekspansi lokasi untuk fitur pesan sekaligus ini meningkat delapan kali sejak diperkenalkan pada September 2020," ujar Kevin.

Tidak hanya memanjakan pelanggan dengan pengalaman kuliner terbaik, Kevin memastikan terus mendorong eksposur merchant UMKM lokal melalui teknologi personalisasi data yang. Hal tersebut memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan rekomendasi kuliner dari mitra UMKM yang berada di sekitar lokasi konsumen sesuai dengan preferensi mereka.

"Pendekatan hyperlocal ini memberikan merchant UMKM akses yang semakin luas kepada pelanggan sehingga meningkatkan peluang pendapatan mereka,” ungkap Kevin.

Optimisme Berbisnis di Platform Online

Meskipun diterjang pandemi Covid-19, optimisme berbisnis di platform online pun terus tumbuh. Hal tersebut mampu menunjukkan jika digitalisasi menjadi kunci bagi pelaku usaha untuk bertahan di tengah kondisi pandemi.

Dalam riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) berjudul Dampak Ekosistem Gojek terhadap Perekonomian Indonesia 2021: Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional, ditemukan hampir seluruh mitra pengemudi dan kurir memprioritaskan fleksibilitas waktu dalam kemitraan dengan Gojek. Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi mengatakan, empat dari lima mitra pengemudi menyatakan tetap dapat memiliki pendapatan untuk menafkahi diri dan keluarga.

Hal positif juga dirasakan para mitra UMKM dan pengemudi di ekosistem Gojek. "Mayoritas atau lebih dari 80 persen mitra UMKM dan pengemudi Gojek semakin optimistis terhadap tren pertumbuhan layanan daring setelah pandemi," ujar Alfindra.

Alfindra menjelaskan, pada dasarnya dalam riset yang dilakukan tahun ini menunjukkan mayoritas mitra dalam ekosistem Gojek mulai mengalami pemulihan pendapatan. Khususnya jika dibandingkan awal pandemi Covid-19 pada 2020.

"Ini menunjukkan ekosistem Gojek membantu percepatan proses pemulihan pada mitranya," tutur Alfindra.

Jeli Melihat Peluang Digital

Pemilik usaha Pizza Vetran di kawasan Depok, Rita Siti Nurzannah (48 tahun) menjadi salah seorang pelaku UMKM yang jeli melihat peluang digital. Sejak memulai bisnisnya pada 5 Juni 2017, Rita juga menjadi salah satu pelaku UMKM yang harus melawan terpaan pandemi Covid-19.

Rita bahkan harus mengalami kisah pilu karena kehilangan suaminya yang menjadi motor usahanya. "Awal 2021 dimulai dengan suami saya jatuh sakit, tak lama setelah itu suami menghembuskan nafas terakhir. Penjualan Pizza Vetran mengalami penurunan sangat drastis," kata Rita kepada Republika.co.id, Kamis (28/10).

Di tengah kondisi pandemi yang berat untuk menjalankan usahanya, Rita juga harus menghadapi cobaan lainnya. Rita mengakui dirinya sempat bingung untuk memulai dari mana untuk melanjutkan bisnisnya saat kala itu angka Covid-19 juga masih tinggi.

Rita menuturkan, dari masa sulit tersebut pelan-pelan Pizza Vetran bangkit. Memaksimalkan ekosistem Gojek pun terus dilakukan dalam penjualan produknya, Rita pun melakukan inovasi untuk menjual produk frozen food.

Sebab sejak tahun pertama pandemi pada 2020, Rita sudah menuai hasil manis setelah memanfaatkan ekosistem Gojek dan membuat sejumlah promo. "Kami mendapatkan penghargaan dari GoFood saat pandemi tahun pertama," tutur Rita.

Kini Rita mengharapkan setelah memanfaatkan ruang digital, pemerintah juga bisa menggaungkan produk dalam negeri. Khususnya produk yang selama ini dijual oleh pelaku UMKM.

"Jika semakin didukung, secara langsung pemerintah bisa membantu dalam hal pemasarannya," ungkap Rita.

Pengusaha Pemula Terus Tumbuh

Tak hanya pelaku UMKM lama saja yang pada akhirnya memanfaatkan digitalisasi. Pengusaha pemula pun ternyata terus tumbuh di tengah pandemi Covid-19.

Masih dalam riset yang sama, Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi mengatakan jumlah pengusaha pemula yang memanfaatkan GoFood meningkat selama masa pandemi hingga 47 persen. "Empat dari lima UMKM percaya GoFood mendorong pertumbuhan usaha," kata Alfindra.

Dalam riset tersebut, para UMKM merasakan sejumlah manfaat utama dari kemitraannya dengan GoFood. Manfaat tersebut yaitu kesempatan promosi GoFood, perluasan akses pasar, kemudahan pengelolaan operasional melalui aplikasi GoBiz, hingga pelatihan kewirausahaan.

Tak hanya itu, hampir 44 persen UMKM sosial seller menyatakan lebih sering atau selalu menggunakan layanan GoSend untuk mengirim barang. "Bisnis UMKM social seller mengalami rata-rata kenaikan pendapatan sebesar 18 persen," ujar Alfindra.

Alfindra memaparkan, keberadaan Gojek membantu meningkatkan pendapatan pengemudi dan UMKM selama pandemi. Dalam riset itu disebutkan mayoritas konsumen lebih dari 80 persen konsisten menggunakan aplikasi Gojek  dan membelanjakan lebih dari seperempat pendapatan bulanannya.

"Maka selama pandemi, ekosistem Gojek menjadi salah satu pilihan konsumen untuk tetap produktif," tutur Alfindra.

Mengembangkan Wadah Edukasi

Saat ini, komunitas partner GoFood (Kompag) sudah diikuti lebih dari 107 ribu UMKM kuliner dari 70 kota di Indonesia. GoFood memastikan akan fokus dalam mengembangkan wadah edukasi.

Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan UMKM kuliner masih menghadapi tantangan dalam memastikan keberlanjutan bisnis. "Kami mempelajari bahwa dukungan edukasi dan pengembangan kapasitas melalui Kompag penting dilakukan agar UMKM dapat meningkatkan keterampilan dan mampu bersaing di tengah kompetisi bisnis kuliner yang semakin ketat," kata Catherine.

Untuk itu, Kompag dipastikan akan terus konsisten mendukung Peningkatan skala bisnis UMKM GoFood. Selain mengikuti pelatihan yang dipandu oleh mentor, para mitra UMKM kuliner juga bisa mendapatkan tips sukses mengelola bisnis secara mandiri lewat aplikasi GoBiz dan mengakses menu BizTips.

Catherine menilai, kegigihan pelaku usaha serta dukungan GoFood membuat rata-rata pendapatan bulanan mitra UMKM kuliner yang bergabung pada masa pandemi sejak 2020 hingga kuartal III 2021 meningkat tujuh kali lipat. "Inilah yang terus memotivasi kami untuk berinovasi dan memperkuat wadah edukasi serta berjejaring," ungkap Catherine.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Nia Niscaya percaya inovasi yang dihadirkan akan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja di industri ekonomi kreatif. Terlebih, Nia mengatakan bidang usaha kuliner menjadi pemain terbesar di dalamnya.

"Kami sangat berharap dukungan Kompag dapat terus diperluas dan menjadi sebuah wadah positif untuk menyediakan berbagai kebutuhan dan informasi positif bagi pelaku usaha," tutur Nia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA