Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Kegiatan Menambang Mata Uang Crypto yang tak Mudah

Kamis 28 Oct 2021 16:18 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Friska Yolandha

 Sejumlah mata uang kripto di dunia, Bitcoin (bawah kanan), Ethereum (tengah), Ripple (kanan), dan Cardano (kiri).

Sejumlah mata uang kripto di dunia, Bitcoin (bawah kanan), Ethereum (tengah), Ripple (kanan), dan Cardano (kiri).

Foto: EPA
Untuk menambang uang kripto diperlukan perangkat lunak dan listrik yang besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cryptocurrency atau kripto, merupakan mata uang yang digunakan untuk bertransaksi secara daring atau juga dikenal sebagai mata uang virtual yang dijamin oleh cryptography. Pada awal 2020, popularitas kripto meningkat di banyak negara, termasuk Indonesia. Kripto yang juga dapat diartikan sebagai uang digital mendapat banyak reaksi dari masyarakat di dunia, di mana banyak pendapat yang pro dan kontra terhadap kehadirannya.

Di antara alasan kontra terhadap kripto adalah karena fluktuasi yang tinggi, tidak ada aturan mengenai pemberhentian perdagangan sementara, tidak memiliki aset dasar atau underlying asset, serta tidak memiliki legalitas bank sentral. 

Banyak orang yang menggunakan mata uang ini untuk berinvestasi. Terdapat jenis mata uang kripto yang terminal digunakan saat ini, di antaranya adalah bitcoin (BTC), dogecoin (DOGE), ethereum (ETH), litecoin (LTC), cardano (ADA), polkadot (DOT), hingga bitcoin cash (BCH). Untuk mendapatkan keuntungan, kegiatan menambang mata uang kripto atau cryptocurrency dilakukan. 

Namun, kegiatan menambang bukanlah hal yang mudah. Saat menambang untuk mendapat mata uang kripto, misalkan seperti bitcoin, hal ini dapat diibaratkan seperti menambang emas atau berlian, karena tingkat kesulitan yang tinggi. 

Dibutuhkan perangkat lunak atau software khusus untuk menambang mata uang kripto, yang berfungsi untuk menyelesaikan algoritma rumit, seperti layaknya memecahkan soal matematika. Karena itu, Anda tidak bisa menggunakan komputer atau PC biasa yang ada di di rumah. 

Saat proses penambangan dilakukan, setiap orang akan berkompetisi dengan penambang lainnya. Semakin canggih dan semakin cepat cara kerja komputer yang Anda miliki, maka kian besar pula kemungkinan untuk berhasil. 

Apa yang perlu diperhatikan tentang menambang mata uang kripto seperti bitcoin adalah memperhitungkan kemungkinan untung. Sebelum memulai proses, riset dapat dilakukan, di antaranya dengan menggunakan kalkulator menambang. 

Untuk menambang bitcoin, diperlukan dana cukup banyak, hingga ketersediaan listrik dengan watt tinggi. Selain itu, miliki perangkat penambang bitcoin dan pastikan untuk membaca terlebih dahulu berbagai ulasan mengenai hardware penambang bitcoin, yang diperlukan untuk mengetahui jenis hardware apa yang dibutuhkan. 

Di antara perangkat yang populer digunakan oleh para penambang bitcoin adalah Antminer S19 Pro dan M30 S++. Selanjutnya, miliki dompet digital bitcoin untuk menempatkan bitcoin yang didapatkan dari proses menambang dan pastikan untuk memiliki alamat dari dompet digital tersebut. 

Jika memungkinkan, carilah sumber penambang bitcoin dan lakukan kerja sama. Dengan memecahkan algoritma bersama, kemungkinan berhasil mendapatkan mata uang kripto ini akan lebih besar, di mana keuntungannya dapat dibagi sesuai dengan kontribusi masing-masing penambang. 

Saat ini, bitcoin menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, dengan harga yang sempat menyentuh kisaran 64.804 dolar AS per keping atau sekitar Rp 939,67 juta. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA