Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Investree Raih Pendanaan 10 Juta Dolar AS dari Swiss

Kamis 28 Oct 2021 12:29 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha

Fintech (ilustrasi)

Fintech (ilustrasi)

Foto: Republika
Dana akan digunakan untuk membiayai kebutuhan pembiayaan yang diajukan oleh peminjam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan fintech lending Investree baru saja memperoleh kucuran dana sebesar 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 143 miliar dari responsAbility Investments, manajer aset dari Swiss. ResponsAbility merupakan mitra investor dari salah satu Lender Institusi Investree yang berasal dari Amerika, Accial Capital. 

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, mengatakan dana yang diberikan oleh responsAbility dan Accial Capital kepada Investree ini akan digunakan untuk membiayai kebutuhan pembiayaan yang diajukan oleh peminjam atau pelaku UKM Investree. 

"Kami akan menargetkan pendanaan dari kemitraan responsAbility-Accial Capital ini untuk membiayai proyek-proyek Borrower kami yang memiliki dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan signifikan bagi kehidupan terutama di tengah masa pemulihan akibat pandemi saat ini," kata Adrian dikutip Kamis (28/10). 

Adrian menjelaskan, salah satu yang sampai sekarang masih menjadi fokus Investree adalah untuk membantu pemberdayaan perempuan atau pedagang ultramikro yang berada dalam ekosistem Gramindo. 

Para pedagang ini memiliki karakteristik berkelompok, terdiri dari perempuan-perempuan tanpa akses ke bank (unbankable) dan menjalankan usaha dengan menggunakan skema konvensional maupun syariah. Kini jumlahnya sudah mencapai 5.700 di platform Investree.

Adrian berharap Investree dapat terus mengembangkan hubungan dengan Accial Capital sebagai salah satu lender institusi luar negeri dan responsAbility sebagai salah satu investor dampak terkemuka di dunia. Menurut Adrian, kredit yang diberikan kemitraan investasi juga tepat waktu di tengah pelaku UKM Tanah Air melewati masa-masa sulit yang disebabkan oleh pandemi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA