Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Garuda Indonesia Siapkan Promo Harga Tes PCR

Kamis 28 Oct 2021 11:36 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR di Jakarta (ilustrasi). Maskapai Garuda Indonesia menyiapkan promo harga tes PCR. Promo tersebut dilakukan melalui lini bisnis Aero Globe Indonesia bekerja sama dengan Kartika Pulomas Hospital Laboratories (KPH Lab) di seluruh jaringan rumah sakit dan kliniknya.

Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR di Jakarta (ilustrasi). Maskapai Garuda Indonesia menyiapkan promo harga tes PCR. Promo tersebut dilakukan melalui lini bisnis Aero Globe Indonesia bekerja sama dengan Kartika Pulomas Hospital Laboratories (KPH Lab) di seluruh jaringan rumah sakit dan kliniknya.

Foto: Antara/Galih Pradipta
Bekerja sama dengan KPH Lab, Garuda tawarkan tes PCR senilai Rp 260 ribu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maskapai Garuda Indonesia menyiapkan promo harga tes PCR. Promo tersebut dilakukan melalui lini bisnis Aero Globe Indonesia bekerja sama dengan Kartika Pulomas Hospital Laboratories (KPH Lab) di seluruh jaringan rumah sakit dan kliniknya.

“Penawaran harga khusus tersebut dimulai dari Rp 45 ribu untuk Rapid Test Antigen dan Rp 260 ribu untuk pemeriksaan tes PCR,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (28/10).

Irfan menjelaskan, promo khusus tes Covid-19 tersebut berlangsung hingga 31 Desember 2021. Promo tersebut juga berlaku bagi seluruh penumpang domestik dan internasional dengan periode pembelian tiket dan periode penerbangan 20 September 2021 hingga 31 Desember 2021.

Dia menuturkan, untuk mendapatkan harga khusus tersebut para pengguna jasa dapat melakukan pemesanan tes Covid-19 sesuai preferensi di kantor penjualan Garuda Indonesia ataupun melalui Whatsapp Service Aero Globe Indonesia (AGLine) 0877 7746 1807. Lalu selanjutnya mendapatkan service voucher yang dapat ditukarkan di klinik penyedia layanan yang bekerja sama dengan Garuda Indonesia.

Irfan mengatakan, program harga khusus tersebut merupakan upaya Garuda untuk memberikan nilai tambah layanan penerbangan bagi para penumpang yang akan melaksanakan perjalanan pada masa pandemi. “Ini juga merupakan bentuk komitmen Garuda Indonesia untuk mendukung langkah percepatan penanganan pandemi yang dilaksanakan pemerintah,” jelas Irfan.

Baca juga : Ridwan Kamil Dampingi Jokowi Kunjungan ke Beberapa Negara

Terlebih, Irfan mengatakan, saat ini pemerintah menerapkan langkah penanganan pandemi melalui sejumlah penyesuaian ketentuan persyaratan perjalanan. Untuk itu, Irfan menuturkan, promo khusus tes Covid-19 tersebut menjadi wujud komitmen Garuda Indonesia untuk memberikan kemudahan aksesibilitas layanan penerbangan bagi masyarakat yang akan merencanakan perjalanan pada era kenormalan baru ini.

“Bagi kami, menghadirkan layanan penerbangan yang aman, nyaman dan terpercaya bagi seluruh pengguna jasa adalah prioritas kami,” tutur Irfan.

Irfan memastikan, Garuda Indonesia juga secara konsisten menerapkan berbagai protokol kesehatan yang ketat di seluruh lini operasionalnya. Selain itu, sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan program vaksinasi yang dijalankan oleh pemerintah, Garuda Indonesia juga turut menyediakan fasilitas layanan vaksinasi yang berada di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan PCR sebesar Rp 275 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali serta Rp 300 ribu untuk luar pulau itu.

Deputi Kepala BPKP Bidang Polhukam PMK Iwan Taufiq Purwanto mengatakan, penetapan harga tes usap PCR ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo yang meminta harga tes PCR diturunkan menjadi Rp 300 ribu dan berlaku 3x24 jam menyusul aturan baru pemerintah mengenai syarat perjalanan di masa PPKM.

Iwan menambahkan, penurunan harga swab RT-PCR dipengaruhi beberapa faktor. beberapa diantaranya seperti penurunan harga bahan habis pakai seperti cover all (alat pelindung diri), harga reagen PCR, RNA, serta biaya overhead.

“Turunnya harga bahan baku di pasaran membuat struktur harga swab RT PCR juga mengalami perubahan,” ujar Iwan dalam siaran persnya, Rabu (27/10). 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA