Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Obat Pereda Sakit Dapat Tingkatkan Risiko Pendarahan

Rabu 27 Oct 2021 22:22 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Qommarria Rostanti

Obat pereda sakit dapat meningkatkan risiko pendarahan (ilustrasi).

Obat pereda sakit dapat meningkatkan risiko pendarahan (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Pasien harus selalu mendiskusikan obat mereka dengan dokter mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Studi mengungkapkan obat antidepresan yang disebut inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) atau pengobatan depresi jika dikonsumsi berlebihan bisa dapat meningkatkan kemungkinan pendarahan usus. Untuk itu, penggunaannya harus dalam pengawasan dan resep oleh dokter.

Dilansir di laman usnews.com pada Rabu, (27/10), dalam tinjauan terhadap 10 penelitian yang diterbitkan yang melibatkan 6.000 pasien, para peneliti menemukan bahwa mereka yang menggunakan SSRI (seperti Celexa, Paxil, Prozac, dan Zoloft) dan obat nyeri yang disebut obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti Advil dan Aleve memiliki peningkatan risiko gastrointestinal berdarah.

"Ketika menambahkan SSRI ke pasien yang sudah menggunakan NSAID, kemungkinan mengembangkan pendarahan gastrointestinal bagian atas meningkat sebesar 75 persen," kata pemimpin peneliti sekaligus Kepala Residen Penyakit dalam di Creighton University School of Medicine, Omaha, Syed Alam.

Dia menyebut, peningkatan risiko perdarahan saluran cerna bagian atas kemungkinan karena interaksi kedua jenis obat tersebut. NSAID menghambat produksi prostaglandin yang melindungi saluran pencernaan dan SSRI menghambat produksi trombosit yang diperlukan untuk pembekuan. Kombinasi ini, oleh karena itu, meningkatkan risiko pendarahan.

"Risiko perdarahan saluran cerna bagian atas dengan menambahkan SSRI ke NSAID perlu didiskusikan antara pasien dan dokter. Jika memungkinkan yang terbaik adalah mengurangi atau menghentikan NSAID sebelum memulai SSRI untuk meminimalisasi risiko perdarahan gastrointestinal bagian atas," kata dia.

Direktur Neurogastroenterologi dan Motilitas di Lenox Hill Hospital di New York City, Elena Ivanina, mengatakan selain efek pada trombosit, SSRI meningkatkan keasaman lambung yang dapat menyebabkan tukak lambung dan meningkatkan risiko perdarahan gastrointestinal.

Dokter dan pasien harus waspada terhadap obat-obatan yang meningkatkan risiko pendarahan gastrointestinal. Pasien harus selalu mendiskusikan obat mereka dengan dokter mereka. "Misalnya, karena risiko perdarahan gastrointestinal meningkat secara signifikan ketika SSRI digunakan bersama dengan NSAID seperti Motrin, dokter harus berhati-hati dan mempertimbangkan pengobatan alternatif untuk kombinasi ini," kata Ivanina.

Dia menyebut, tanda-tanda perdarahan gastrointestinal bisa terlihat jelas atau tersembunyi. Pendarahan gastrointestinal dapat menyebabkan muntah darah atau darah di tinja atau tinja berwarna hitam.

"Beberapa pendarahan, bagaimanapun, mungkin mikroskopis dan tidak terlihat. Oleh karena itu, gejala anemia seperti kelelahan, sesak napas saat beraktivitas atau pusing bisa menandakan kehilangan darah juga," ujarnya. Temuan tersebut dipresentasikan di pertemuan tahunan American College of Gastroenterology yang diadakan di Las Vegas. Temuan yang dipresentasikan pada pertemuan medis dianggap awal sampai diterbitkan dalam jurnal peer-review.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA