Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Pemkot Solo Siapkan Isolasi Terpusat Khusus Anak-Anak

Rabu 27 Oct 2021 09:07 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Agus raharjo

Petugas membawa tempat tidur untuk persiapan lokasi isolasi terpusat bagi anak- anak di Ndalem Priyosuhartan Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/10/2021).  Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyiapkan Ndalem Priyosuhartan sebagai lokasi isolasi terpusat karena dinas kesehatan Solo melakukan testing di sekolah-sekolah menyusul temuan beberapa siswa terkonfirmasi positif COVID-19 saat pembelajaran tatap muka.

Petugas membawa tempat tidur untuk persiapan lokasi isolasi terpusat bagi anak- anak di Ndalem Priyosuhartan Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/10/2021). Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyiapkan Ndalem Priyosuhartan sebagai lokasi isolasi terpusat karena dinas kesehatan Solo melakukan testing di sekolah-sekolah menyusul temuan beberapa siswa terkonfirmasi positif COVID-19 saat pembelajaran tatap muka.

Foto: ANTARA/Maulana Surya
Isoter anak-anak disiapkan karena muncul klaster PTM di sejumlah sekolah di Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan lokasi isolasi terpusat (isoter) khusus anak-anak yang terpapar Covid-19. Lokasi yang disiapkan yakni Ndalem Priyosuhartan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Laweyan.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan, isoter khusus anak-anak disiapkan lantaran ditemukannya klaster penyebaran Covid-19 dari kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah. "Kita kan angka kasus di sekolah naik. Kita siapin lah untuk isoter anak," kata Gibran kepada wartawan, Selasa (26/10).

Tempat isoter itu sedikit berbeda dengan lokasi isoter untuk pasien dewasa. Tempat isoter tersebut isinya khusus anak-anak usia SD dan SMP yang terpapar Covid-19. Sedangkan pasien dewasa diarahkan menjalani isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan. Pemkot menyiapkan 41 tempat tidur (bed) untuk isoter anak-anak.

"Ada treatment khusus. Harus didampingi 24 jam. Ini sedang disiapkan," jelasnya.

Gibran menambahkan, pengujian (testing) Covid-19 di sekolah-sekolah masih terus dijalankan untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas. Hal itu juga mulai diterapkan di kota-kota lain.

"Ketika ada yang positif, sekolah ditutup dulu, bukan berarti PTM berhenti. Sekolah lain tetap jalan," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Nico Agus Putranto, menyatakan BPBD sudah mengantisipasi adanya potensi gelombang ketiga lonjakan kasus Covid-19, serta menyiapkan lokasi isolasi terpusat bagi anak-anak.

"Kami siapkan ini 41 bed-nya. Karena memang anak-anak sekolah jadi tentunya fasilitasnya kami tambah," ujar Nico.

Dia menyebutkan, sejumlah fasilitas yang ditambah antara lain, tempat cuci tangan fan toilet portabel. Selain itu, BPBD juga memastikan kenyamanan anak-anak di tempat isoter dengan fasilitas televisi, kipas angin dan wifi. "Ini tinggal pembersihan saja," tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA