Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Usai IPO, Mitratel Siap Ekspansi ke Pasar Asia

Selasa 26 Oct 2021 17:57 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Mitratel. Ilustrasi

Mitratel. Ilustrasi

Mitratel juga siap mengakuisisi 6.000 menara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak usaha Grup Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), resmi melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko berharap, IPO ini dapat meningkatkan perhatian investor regional maupun internasional terhadap Mitratel. 

Ke depannya, Mitratel berencana ekspansi jangka panjang ke pasar Asia Tenggara dan Asia Pasifik. “Sejalan dengan visi untuk menjadi leader dan provider terbaik dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi di Asia Tenggara, Mitratel juga tengah mempersiapkan strategi ekspansi jangka panjang di Asia Tenggara dan Asia Pasifik," kata Teddy, Selasa (26/10).

Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama menambahkan, perseroan akan melakukan konsolidasi dan akuisisi untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Perseroan menargetkan akan mengakuisisi sebanyak 6.000 menara yang dibiayai dari dana IPO. 

Hendra mengatakan, akuisisi tower nantinya terbuka dari berbagai pihak. "Akuisisi tower tidak akan terbatas hanya dari Telkomsel saja, kita terbuka dari pihak manapun," terang Hendra.

Dalam lima tahun, Hendra menuturkan, Mitratel akan fokus meningkatkan tenancy ratio. Selain itu perusahaan juga akan menjangkau berbagai peluang terutama dari sektor yang berkaitan dengan jaringan 5G, baik dari sisi penyediaan fiber optic, IoT maupun infrastruktur lainnya yang mendukung 5G.

Sebagai informasi, Mitratel mulai menapaki bisnis menara telekomunikasi sejak 2008. Mitratel telah mengelola lebih dari 28 ribu menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Semua operator seluler Indonesia telah menjadi pelanggan dengan menempatkan perangkat BTS di menara Mitratel.

Selain bisnis utamanya di bidang menara telekomunikasi, Mitratel juga melakukan ekspansi portfolio jasa turunan menara seperti Project Solutions, Managed Services, Fiberisasi dan Digital Services untuk mengakselerasi iklim digital di Indonesia.

IPO terbesar di BEI

IPO Mitratel akan menjadi aksi korporasi dengan himpunan dana terbesar pada tahun ini mengalahkan perusahaan teknologi PT Bukalapak.com Tbk yang sebesar Rp 21,90 triliun. Meski demikian,  Direktur Penilai Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menilai IPO Mitratel masih akan mampu diserap oleh investor.

Menurut Nyoman, sampai saat ini indikator pasar modal Indonesia masih positif bila ditinjau dari jumlah perusahaan tercatat yang melakukan penghimpunan dana di pasar modal. Pertumbuhan jumlah investor maupun IHSG juga mengalami perkembangan yang relatif baik dibandingkan tahun lalu. 

Selain itu, stabilitas ekonomi yang tetap terjaga, pemulihan ekonomi yang terus berlanjut, sentimen positif pada perkembangan ekonomi global maupun domestik, serta dukungan regulator-regulator terkait menimbulkan kepercayaan dan optimisme bagi para pelaku pasar modal. 

"Hal-hal tersebut menjadi pertimbangan penting bagi pasar dalam merespon seluruh aktifitas yang ada di pasar modal termasuk fund raising," kata Nyoman.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA