Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Mitratel Bukukan Kinerja Cemerlang Jelang IPO 

Selasa 26 Oct 2021 14:24 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha

Anak perusahaan Grup Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), membukukan kinerja yang cemelang jelang Penawaran Umum Perdana Saham atau Initiap Public Offering (IPO).

Anak perusahaan Grup Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), membukukan kinerja yang cemelang jelang Penawaran Umum Perdana Saham atau Initiap Public Offering (IPO).

Foto: Telkom
Laba bersih Mitratel sepanjang semester I 2021 tercatat tumbuh sebesar 356 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak perusahaan Grup Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), membukukan kinerja yang cemelang jelang Penawaran Umum Perdana Saham atau Initiap Public Offering (IPO). Berdasarkan prospektus yang dirilis hari ini, Selasa (26/10), laba bersih Mitratel sepanjang semester I 2021 tercatat tumbuh sigifikan sebesar 356 persen.  

Pada periode tersebut, laba bersih Mitratel tercatat sebesar Rp700,7 miliar, naik dibandingkan Rp153,7 miliar pada semester I 2020. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan selama semester I 2021. 

Per 30 Juni 2021, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp3,2 triliun, tumbuh 10,9 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,9 triliun.

Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan penyewa menara telekomukikasi dari 34.631 penyewa per 30 Juni 2020 menjadi 36.067 penyewa per 30 Juni 2021. Naiknya jumlah penyewa juga meningkatkan tenancy ratio dari 1,44x per 30 Juni 2020 menjadi 1,57x per 30 Juni 2021. 

Sementara itu, pendapatan dari PT Telekomunikasi Selular, PT Hutchison 3 Indonesia dan PT XL Axiata Tbk masing-masing meningkat sebesar 11,9 persen, 17,1 persen dan 17,6 persen dari Rp1,5 triliun, Rp308,7 miliar dan Rp283,4 miliar per 30 Juni 2020 menjadi Rp1,7 triliun, Rp361,5 miliar dan Rp333,1 miliar pada 30 Juni 2021. 

Pertumbuhan laba juga didukung oleh penurunan beban pokok pendapatan berkaitan dengan depresiasi, beban amortisasi, beban perizinan konstruksi dan manajemsn proyek, serta beban perencanaan, operasional dan pemelihaan menara telekomunikasi selama semester I 2021. 

Selain itu, peningkatan laba juga disebabkan oleh kenaikan pendapatan bunga yang yang berasal penempatan deposito berjangka selama periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2021. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA