Selasa 26 Oct 2021 13:03 WIB

Bandara Soedirman Sepi, Ganjar: Maskapai Sedang Reschedule

Ganjar sebut saat ini operasional penerbangan Bandara JBS belum dibuka secara reguler

Rep: S Bowo Pribadi/ Red: Bilal Ramadhan
Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah
Foto: AP II
Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah,  Ganjar Pranowo angkat bicara soal tidak adanya lagi maskapai penerbangan yang melayani dari dan ke Bandara Jendral Besar Soedirman (JBS) Purbalingga, Jawa Tengah.

Ganjar mengatakan, maskapai masih melakukan rescheduling atau konsolidasi berkaitan dengan ketentuan syarat perjalanan dengan transportasi udara.

"Enggak berhenti, tadi saya sudah klarifikasi tidak berhenti. Problemnya ada di PCR, terus kemudian dia (maskapai) melakukan semacam reschedule lagi," kata Ganjar.

Terkait hal itu, gubernur pun membantah jika tidak ada lagi maskapai yang melayani penerbangan di Bandara JBS tersebut dan hal itu juga sudah dibenarkan bupati Purbalingga.

"Saya tanya itu, bu bupatinya mengatakan, 'enggak' pak itu hoaks, kita masih jalan' jadi tidak benar,” tegas gubernur mengutip penjelasan bupati Purbalingga.

Di sisi lain, lanjut Ganjar, saat ini operasional penerbangan di Bandara JBS belum dibuka secara reguler, karena memang harus mengikuti aturan PPKM Level di masa pandemi Covid-19.

Di satu sisi, pembebasan pembatasan aktivitas ekonomi, termasuk transportasi, juga belum sepenuhnya dilakukan dan kalau ada yang sudah dilonggarkan sifatnya masih jaga- jaga terus.

Kembali kepada problem PCR, gubernur juga menegaskan bahwa yang terjadi saat ini adalah penerapan aturan syarat penerbangan yang mengharuskan penumpang pesawat udara melakukan PCR Test.

Padahal, lanjutnya, pihak perusahaan mengatakan jika penumpang pesawat cukup dengan swab antigen saja. Sebab, di dalam kabin pesawat telah menggunakan hepafilter.

“Jadi problemnya hanya itu, bukan berhenti dan memang dari segi jadwal belum (dibuka) secara reguler karena memang situasinya masih pandemi,” tambahnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement