Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Moderna Sebut Vaksin Covid-19-nya Lindungi Anak-Anak

Selasa 26 Oct 2021 10:13 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

Vaksin Moderna. Moderna Inc mengatakan bahwa vaksin Covid-19 buatan perusahaannya menghasilkan respons kekebalan yang kuat pada anak-anak berusia enam hingga 11 tahun.

Vaksin Moderna. Moderna Inc mengatakan bahwa vaksin Covid-19 buatan perusahaannya menghasilkan respons kekebalan yang kuat pada anak-anak berusia enam hingga 11 tahun.

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Moderna masih menanti penerapan vaksinasi untuk anak usia 12 tahun-17 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Moderna Inc mengatakan bahwa vaksin Covid-19 buatan perusahaannya menghasilkan respons kekebalan yang kuat pada anak-anak berusia enam hingga 11 tahun. Pihaknya pun berencana untuk segera mengirimkan data tersebut ke regulator global.

Moderna mengatakan, dua dosis vaksinnya menghasilkan antibodi penetral virus pada anak-anak. Keamanannya juga sebanding dengan uji klinis pada remaja dan orang dewasa. Data tersebut mengutip data sementara.

Baca Juga

Namun demikian, belum jelas kapan regulator Amerika Serikat (AS) akan mempertimbangkan suntikan vaksin Moderna untuk anak. Vaksin Covid-19 dari Moderna telah disahkan untuk orang dewasa di atas 18 tahun. Moderna masih menunggu tanggapan atas penerapannya pada Juni untuk anak usia 12 tahun hingga 17 tahun.

Vaksin Pfizer/BioNTech sudah lebih dulu mengesahkan izin vaksin untuk usia 12 tahun ke atas sejak Mei. Panel penasihat luar untuk Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS akan bertemu pada Selasa (26/10) waktu setempat untuk memutuskan apakah akan merekomendasikan vaksin Pfizer pada anak-anak berusia lima hingga 11 tahun.

Moderna mengatakan bahwa dalam uji coba terhadap 4.753 peserta, efek samping sebagian besar ringan hingga sedang dalam tingkat keparahan. Efek samping yang paling umum adalah kelelahan, sakit kepala, demam dan nyeri tempat suntikan.

Pernyataan perusahaan tidak mengungkapkan informasi baru tentang kasus peradangan jantung yang disebut miokarditis (efek samping yang diketahui dari vaksin mRNA). Suntikan vaksin Moderna adalah 50 mikrogram dosis, setengah dari kekuatan yang digunakan dalam seri vaksin utama untuk orang dewasa dan sama dengan dosis booster yang diizinkan untuk orang dewasa. Ini lebih tinggi dari dosis 10 mikrogram yang direncanakan Pfizer untuk vaksinnya pada anak-anak.

Baik vaksin Moderna maupun Pfizer/BioNTech telah dikaitkan dengan miokarditis pada pria muda. Beberapa penelitian menunjukkan tingkat kejadian pada penerima vaksin Moderna mungkin lebih tinggi daripada penerima Pfizer, mungkin karena dosis vaksin yang lebih kuat.

Swedia telah menghentikan penggunaan vaksin Moderna untuk kelompok usia yang lebih muda karena risiko miokarditis yang lebih tinggi. Sementara anak-anak jarang sakit parah atau meninggal karena Covid-19, beberapa memang mengalami komplikasi yang jarang terjadi.

Kasus Covid-19 pada anak-anak yang tidak divaksinasi telah meningkat karena varian Delta yang menular. Anak-anak juga dapat menyebarkan virus, menginfeksi mereka yang tidak dilindungi oleh vaksin dan memberi virus lebih banyak ruang untuk mengembangkan variasi baru.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA