Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Polisi Gerebek Kos-Kosan Markas Penagih Pinjol

Selasa 26 Oct 2021 09:24 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Agus raharjo

Garis batas polisi dipasang saat penggerebekan kantor pinjaman online ilegal di Samirono, Yogyakarta, Jumat (15/10) dini hari. Tim siber Ditreskrimsus Polda Jabar bersama Polda DIY berhasil menggerebek kantor pinjol ilegal. Sebanyak 86 orang berhasil diamankan, yang selanjutnya dibawa ke Jawa Barat. Selain itu, 105 buah komputer dan 105 telepon genggam juga diamankan dari penggerebekan ini.

Garis batas polisi dipasang saat penggerebekan kantor pinjaman online ilegal di Samirono, Yogyakarta, Jumat (15/10) dini hari. Tim siber Ditreskrimsus Polda Jabar bersama Polda DIY berhasil menggerebek kantor pinjol ilegal. Sebanyak 86 orang berhasil diamankan, yang selanjutnya dibawa ke Jawa Barat. Selain itu, 105 buah komputer dan 105 telepon genggam juga diamankan dari penggerebekan ini.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Penagih pinjol ilegal diduga pindah kos-kosan setelah banyak penggerebekan kantor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggerebek sebuah kos-kosan di Cengkareng, Jakarta Barat. Kos-kosan ini diduga dijadikan sebagai markas para penagih utang pinjaman online (pinjol) ilegal.

Penagih pinjol diduga beralih ke kos-kosan setelah banyaknya penggerebekan kantor pinjol ilegal. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis menjelaskan di dua kamar kos ini terdapat beragam aplikasi pinjol.

"Dalam dua kamar terdapat empat aplikasi pinjol ilegal, ada empat orang yang diamankan akan kita bawa ke kantor akan kita lakukan penyelidikan," jelas Aulia dalam keterangannya, Senin (25/10).

Menurut Aulia, para penagih melakukan penagihan ke nasabah dari rumah kos ini. Ia menduga, rumah kos yang disalahgunakan ini terbongkar berdasarkan informasi masyarakat. Dari komplotan penagih ini, seorang korban pernah membuat laporan meminjam uang Rp 1 juta dan diharuskan melunasi sampai Rp 20 juta.

Dalam aksinya para penagih kerap menebarkan ancaman, meski korban sudah bayar banyak. Bahkan korban diancam akan disantet dan mengirimkan foto-foto tak senonoh. Setidaknya seorang penagih bisa menangani 5-10 orang per hari. Saat ini para pelaku sudah diamankan untuk proses penyelidikan.

"Kalau kamu tidak bayar kamu akan saya santet, ataupun kalau kamu tidak bayar saya akan kirimkan foto-foto senonoh kamu ke setiap kontak yang ada di telepon anda," tutup Auliansyah.

Baca juga : Lazismu: Bantuan bagi Korban Pinjol Masih Sangat Terbatas

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA