Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

BRIN akan Gelar Artificial Intelligence Innovation Summit

Selasa 26 Oct 2021 03:07 WIB

Red: Budi Raharjo

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) bersama Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (Korika) akan menggelar Artificial Intelligence Innovation Summit (AIIS 2021) secara virtual pada 10-13 November 2021.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) bersama Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (Korika) akan menggelar Artificial Intelligence Innovation Summit (AIIS 2021) secara virtual pada 10-13 November 2021.

Foto: .
Pelajari penggunaan AI dan bagaimana AI akan perngaruhi hidup kita di masa depan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) bersama Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (Korika) akan menggelar Artificial Intelligence Innovation Summit (AIIS 2021) secara virtual pada 10-13 November 2021. AIIS 2021 merupakan kegiatan konferensi dan pameran yang menampilkan perkembangan terkini dan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence) di Indonesia.

AIIS 2021 juga menjadi ajang unjuk kemampuan komponen bangsa Indonesia pada masyarakat global dalam mengembangkan teknologi kecerdasan artifisial serta menunjukan berbagai produk Inovasi di bidang kecerdasan artifisial di Indonesia.  Perhelatan akbar di bidang kecerdasan artifisial ini digelar menyusul kesuksesan Artificial Intelligence Summit 2020 (AIS 2020).

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menyatakan Indonesia telah memiliki Strategi Nasional (Stranas) Kecerdasan Artifisial 2020-2045 yang menjadi tonggak penerapan teknologi kecerdasan artifisal di negeri ini. Stranas Kecerdasan Artifisial merupakan upaya Indonesia lebih mengoptimalkan pemanfaatan teknologi terkini, khususnya AI, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas di berbagai sektor. 

Handoko menyampaikan bahwa BRIN mendukung percepatan penguasaan AI untuk pemanfaatan di berbagai sektor strategis. "Teknologi Artificial Intelligence akan digunakan dalam mendukung sektor-sektor strategis seperti pertanian, efisiensi energi, keamanan siber dan industri kreatif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (25/10).

AIIS 2021 dikemas dalam platform website yang berisi tampilan booth 3 dimensi dan tampilan produk. Pengunjung dapat bernavigasi, berjalan menyusuri lorong dan mengunjungi booth, menyerupai kegiatan nyata pada pameran konvensional. Selain itu, peserta pameran dan sponsor dapat berinteraksi langsung dengan pengunjung untuk memberikan edukasi dan memperkenalkan produk dan solusi teknologi berbasis kecerdasan artifisial.

Tak hanya itu, AISS 2021 juga akan menampilkan capaian penguasaan dan pemanfaatan teknologi AI yang didukung oleh Korika yang merupakan organisasi orkestrator yang berbentuk perkumpulan untuk mendorong terciptanya ekosistem untuk menumbuhkan inovasi di bidang kecerdasan artifisial. 

Tujuannya untuk untuk membangun dan meningkatkan ekonomi Indonesia yang selaras dengan perkembangan dunia yaitu ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Dari berbagai principal teknologi di bidang kecerdasan artifisial, ditargetkan mencapai 20 ribu participant dengan 100 virtual booth yang akan menampilkan berbagai use case atau aplikasi AI.

Bambang Brodjonegoro selaku founder Korika meyakini keterlibatan berbagai aktor dalam quadruple helix merupakan salah satu solusi untuk mempercepat terjadinya inovasi. Termasuk di bidang kecerdasan artifisial yang sudah ada di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, Indonesia tidak bisa berdiam diri hanya menjadi market.

Bambang berharap AIIS 2021 bisa mempercepat transformasi digital dan adaptasi terhadap revolusi industri 4.0. Ia mengajak semua kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa dan pelajar, untuk bergabung dalam AIIS 2021 yang digelar virtual. 

“Pelajari pengalaman menggunakan AI dan pahami bagaimana AI akan mempengaruhi hidup kita di masa depan,” ujarnya. “Kita ingin Indonesia dengan 270 juta penduduk punya kemampuan untuk mengembangkan kecerdasan artifisial ini sesuai dengan kebutuhan kita sendiri."

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA