Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

BKN Telah Berupaya Antisipasi Kecurangan Seleksi CASN

Senin 25 Oct 2021 22:57 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bayu Hermawan

tes Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) (ilustrasi)

tes Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Indikasi kecurangan SKD CPNS ditemukan di Kabupaten Buol, Sulteng

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengatakan telah melakukan berbagai upaya antisipasi dan mitigasi tindak kecurangan dalam seleksi pengadaan calon aparatur sipil negara (CASN) 2021. Namun demikian, indikasi kecurangan dalam pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS tetap ditemukan di titik lokasi mandiri Instansi Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

"Dalam pelaksanaan seleksi CASN, BKN dan Panselnas telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi bersama dengan BPPT untuk melakukan audit teknologi pada Sistem Seleksi Calon ASN Tahun 2021 (SSCASN dan CAT BKN) sejak tanggal 28 Mei 2021," ujar Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Satya Pratama dalam siaran pers BKN, Senin (25/10).

Baca Juga

Satya mengatakan, proses audit sistem itu meliputi ruang lingkup tata kelola dan infrastruktur pendukung SSCASN serta fungsionalitas sistem aplikasi pendaftaran SSCASN dan CAT BKN. Ia melanjutkan, selain itu, BKN juga berkolaborasi dengan BSSN untuk melakukan fungsi pengamanan sistem seleksi dengan menggunakan konsep maximum security.

Ini berdasarkan surat Menteri PANRB Nomor B/973/M.MSM.01.00/2021 dengan ruang lingkup pengamanan aplikasi dan teknologi informasi melalui pelaksanaan IT Security Assessment (ITSA) oleh BSSN sebagai bagian dari Pengamanan Aplikasi dan Teknologi Informasi telah dilaksanakan pada sistem SSCASN dan CAT BKN.

"Termasuk pelaksanaan hardening oleh BSSN juga dilaksanakan pada sistem UNBK milik Kemendikburistek," ujarnya.

Tak hanya itu, pengamanan soal juga telah dilakukan dengan beberapa upaya, yakni pengamanan soal menggunakan aplikasi karya mandiri BSSN. Ia melanjutkan, pelaksanaan pengamanan soal telah dilaksanakan melalui enkripsi soal SKD dan SKB dan pelaksanaan enkripsi data formasi KemenPAN RB.

Ia mengatakan, monitoring pengamanan informasi juga dilakukan pada saat persiapan, pelaksanaan, dan pascapelaksanaan selama 24 jam dalam satu hari dan 7 hari dalam satu minggu. Monitoring dilakukan pada server dan jaringan komunikasi data, termasuk monitoring traffic ISP.

Selain itu, forensik digital juga dilakukan dengan berdasarkan Surat Kepala BSSN Nomor 1719/BSSN/D2/PP.01.07/05/2021:

"Forensik digital dilakukan berdasarkan permohonan BKN dan Panselnas Pengadaan CASN 2021.Dilaksanakan kepada perangkat PC yang digunakan dalam pelaksanaan SKD CASN 2021," katanya.

Sebelumnya, BKN menemukan indikasi kecurangan dalam seleksi kompetensi dasar (SKD) calon aparatur sipil negara (CASN) 2021 di titik lokasi mandiri instansi Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Hal ini setelah, BKN bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) pengadaan CASN Tahun 2021 melakukan penyelidikan atas laporan adanya kecurangan.

"BKN bersama BSSN menemukan adanya indikasi kecurangan pada pelaksanaan SKD CASN di Tilok Mandiri Instansi Pemerintah Kabupaten Buol yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak sistem seleksi CASN Nasional dengan modus remote access," ujar Satya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA