Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

3 Golongan yang akan Jadi Musuh Allah SWT di Akhirat

Senin 25 Oct 2021 21:11 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Termasuk golongan yang dimusuhi Allah SWT adalah penjual manusia. Ilustrasi Neraka

Termasuk golongan yang dimusuhi Allah SWT adalah penjual manusia. Ilustrasi Neraka

Foto: Pixabay
Termasuk golongan yang dimusuhi Allah SWT adalah penjual manusia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ajaran Islam sangat menentang praktik perdagangan manusia atau disebut juga human trafficiking.

Para ulama dari Mazhab Hanafi, Maliki Syafi'i, Hanbali sepakat tentang haramnya perdagangan manusia, akadnya tidak sah dan pelaku berdosa. 

Baca Juga

Bahkan praktik perdagangan manusia menjadi salah dari perbuatan yang sangat dibenci Allah SWT. Maka orang yang memperdagangkan manusia menjadi musuh Allah.  

Dalam kitab At-Targhib wa At-Tarhib karya Imam Al Mundziri, menukil sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim. Dalam hadits tersebut dijelaskan tentang tiga orang yang akan menjadi musuh Allah di hari kiamat yaitu sebagai berikut

Pertama, orang yang bersumpah dengan nama Allah tetapi ingkar atas sumpahnya. Kelompok orang semacam ini akan menjadi musuh Allah di hari kiamat.

Artinya tidak ada tempat berlindung dari kesengsaraan yang akan dialami oleh orang-orang yang gampang bersumpah atas nama Allah namun dia tidak bersungguh-sungguh untuk memenuhi janjinya atau bahkan mengingkarinya. Maka jangan sekali-kali mudah bersumpah terlebih dengan membawa nama Allah. 

Kedua, orang yang melakukan perdagangan manusia. Memperdagangkan manusia merdeka sudah jelas haram hukumnya. Pelakunya akan mendapatkan dosa dan memperoleh kesengsaraan di hari kiamat. 

Ketiga, orang yang tidak membayar upah pekerjanya. Orang-orang yang tidak membayar upah orang yang telah bekerja padanya juga termasuk dalam golongan orang yang akan menjadi musuh Allah di hari kiamat.

Maka dari itu bila seorang Muslim mempekerjakan orang bersegeralah untuk membayar upahnya bila pekerjaannya telah selesai atau telah mencapai waktu pembayaran upah yang disepakati. Berikut redaksi lengkap haditsnya:

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ تَعَالَى :ثَلَاثٌ اَنَاخَصْمُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ كُنْتُ خَصْمَهُ خَصَمْتُهُ :رَجُلٌ أَعْطَى بِى ثُمَّ عَدَرَ, وَرُجُلٌ بَاعَ حُرًّاثُمَّ كَلَ ثَمَنَهُ, وَرَجُلٌ اسْتَأْجَرَأَجِيْرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَلَمْ يُعْطِهِ أَجْرَهُ.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah SWT berfirman, “Ada tiga perkara yang Aku menjadi musuh mereka di hari kiamat. Dan barangsiapa yang Aku menjadi musuhnya, maka Aku patahkan dia. Mereka itu ialah orang yang bersumpah dengan nama-Ku kemudian dia ingkar sumpahnya, dan orang yang menjual manusia merdeka kemudian dia memakan uangnya, dan orang yang mempekerjakan buruh kemudian dia menuntut kerja penuh tapi tidak memberikan upah pada buruh itu.” (HR Bukhari dan Muslim). 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA