Selasa 26 Oct 2021 02:07 WIB

Harga CPO Menguat Lagi Dampak Produksi Turun

Per 25 Oktober, harga CPO sudah Rp 14.316 dari posisi awal Oktober Rp 12.975 per kg.

Minyak kelapa sawit (CPO).
Foto: Antara/Feri
Minyak kelapa sawit (CPO).

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Harga rata-rata minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada tender Kharisma Perusahaan Bersama Nusantara (KPBN) dengan pengapalan dari Pelabuhan Belawan dan Dumai meningkat terus atau sudah Rp 14.316 per kilogram. "Harga naik karena permintaan tinggi di tengah produksi turun akibat musim hujan," ujar Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut, Darma Sucipto di Medan, Senin (25/10).

Posisi 25 Oktober, harga CPO sudah Rp 14.316 dari tanggal 1 Oktober yang masih Rp 12.975 per kilogram. Dengan naiknya terus harga CPO, maka rata-rata harga komoditas itu di Oktober sudah Rp 13.738 dari September yang masih sebesar Rp 12. 626 per kilogram.

Pada bulan Agustus harga rata-rata CPO masih Rp 12.515 per kg dan di Januari hanya Rp 9.746 per kg."Kenaikan harga jual CPO masih tetap dampak masih tingginya permintaan di pasar internasional di tengah produksi yang turun dampak hujan dan didukung naiknya juga harga minyak nabati lainnya," ujar Darma Sucipto.

Kekhawatiran tentang produksi komoditas itu turun sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir dan itu mendorong kenaikan harga. "Ada prediksi harga CPO akan bertahan mahal hingga akhir 2021 karena permintaan menjelang akhir tahun semakin banyak," ujarnya.

Darma menyebutkan, selain harga naik, volume ekspor CPO dari Sumut juga naik sehingga dipastikan devisa dari komoditas itu bakal naik tajam dibandingkan tahun 2020.Ekspor golongan barang lemak dan minyak hewan/nabati Sumut itu terbesar ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT), India dan Eropa.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement