Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Tetangga tak Menyadari Perampokan Sadis di Padang

Senin 25 Oct 2021 19:59 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Mas Alamil Huda

Ilustrasi Perampokan

Ilustrasi Perampokan

Foto: Republika On Line/Mardiah diah
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kasus perampokan berdarah di kawasan Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) masih terus didalami pihak kepolisian. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Dalam penyelidikan, pihak kepolisian meminta keterangan sejumlah saksi. Beberapa saksi itu di antaranya korban yang ikut disekap yakni asisten rumah tangga dan satpam. Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat bernama Rusli, mengaku mendapat laporan adanya kejadian ini dari satpam rumah.

"Saya dilaporkan sekitar jam 05.30 WIB oleh satpam. Dia melapor setelah lebih dulu melapor ke pengurus masjid. Jadi pengurus masjid ke lokasi dulu, baru saya," kata Rusli, Senin (25/10).

Peristiwa dugaan perampokan ini sesuai keterangan satpam diketahui terjadi pada Sabtu (23/10) sekitar pukul 21.00 WIB. Dilaporkan terdapat tiga orang pelaku yang masuk ke rumah lalu beraksi.

Dari cerita satpam, menurut Rusli, lima orang yang ada di dalam rumah disekap. Satpam yang juga disekap berhasil melepaskan diri setelah para pelaku kabur. Barulah setelah itu satpam melaporkan kejadian tersebut ke pengurus masjid dan RT.

"Satpam disekap sedang sholat katanya. Langsung diikat. Satpam berusaha lepas sendiri pengakuannya," ujarnya.

Meskipun dari pengakuan satpam para pelaku masuk ke rumah sekitar pukul 09.00 WIB, namun tidak ada satu pun para tetangga yang tahu akan adanya aksi dugaan perampokan dan berujung pembunuhan itu. Padahal jalanan di sekitar lokasi masih ramai.

Menurut Rusli, kediaman korban memang kedap suara. Dari pengakuan satpam, penghuni rumah telah berupaya berteriak. "Tetangga aja terkejut (adanya kasus ini paginya). Sebelumnya tidak ada terdengar apa-apa," jelasnya.

Korban meninggal dunia bernama Nelti. Sedangkan suaminya dan Kusdiantara mengalami patah tulang. Satpam, asisten rumah tangga, serta orang tua korban selamat.

Rusli mengungkapkan, keluarga ini diketahui baru dua tahun bermukim di wilayahnya. Mereka juga dikenal cukup berhubungan baik dengan lingkungan sekitar. Bahkan, kata dia, orang tua korban sering membantu para pengurus masjid. Korban merupakan agen LPG untuk luar daerah Kota Padang.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA