Tuesday, 22 Jumadil Akhir 1443 / 25 January 2022

Tuesday, 22 Jumadil Akhir 1443 / 25 January 2022

MU Disarankan Rekrut Conte, Ini Alasannya

Senin 25 Oct 2021 15:46 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Muhammad Akbar

Manajer Chelsea Antonio Conte sebelum pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester City dan Chelsea FC yang diadakan di stadion Etihad, Manchester, Inggris, 04 Maret 2018 (diterbitkan ulang 20 Mei 2019).

Manajer Chelsea Antonio Conte sebelum pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester City dan Chelsea FC yang diadakan di stadion Etihad, Manchester, Inggris, 04 Maret 2018 (diterbitkan ulang 20 Mei 2019).

Foto: EPA-EFE/PETER POWELL EDITORIAL USE ONLY.
Ini bukan pertama kalinya nama Conte dikait-kaitkan dengan kursi pelatih MU

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Nama mantan pelatih Chelsea, Antonio Conte, disebut-sebut sebagai salah satu calon terkuat pengganti Ole Gunnar Solskjaer pelatih Manchester United (MU).

Ini bukan pertama kalinya nama Conte dikait-kaitkan dengan kursi pelatih Setan Merah. Pada akhir 2018 silam, mantan pelatih timnas Italia itu dikabarkan sempat masuk dalam radar MU.

Saat itu, MU tengah mencari pelatih anyar untuk menggantikan Jose Mourinho, yang dinilai tidak bisa mengangkat performa United. Namun, Dewan Direksi MU menolak ide mendatangkan Conte tersebut.

Pasalnya, eks pelatih Inter Milan itu dianggap pelatih yang keras kepala dan sulit diatur. Karakteristik Conte ini sama seperti yang dimiliki oleh Mourinho. Akhirnya, Dewan Direksi MU menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai pengganti Mourinho.

Selain sebagai mantan penggawa MU, eks pelatih Molde itu juga dianggap cukup kooperatif dan sejalan dengan rencana jangka panjang klub untuk membangun tim yang kompetitif.

Kendati begitu, seiring berjalannya waktu, Solskjaer terbukti belum juga bisa membawa United menyuguhkan performa menjanjikan. Sejak ditangani Solskjaer, MU selalu terbentur problem yang sama, yaitu konsistensi performa.

Penampilan apik di satu laga tidak bisa diulangi MU di laga berikutnya. Tidak hanya itu, MU juga kesulitan untuk bisa segera bangkit begitu menelan kekalahan.

Di empat laga terakhir di Liga Primer Inggris, MU gagal memetik kemenangan, termasuk saat dipermalukan Liverpool, 0-5, di Stadion Old Trafford, Ahad (24/10) malam WIB.

Catatan performa ini, ditambah kegagalan United meraih gelar juara pada musim lalu, kian meningkatkan tekanan buat Solskjaer. Tidak hanya itu, dengan skuad yang dimiliki saat ini, United sebenarnya dianggap bisa bersaing di berbagai kompetisi.

Selain telah merekrut Jadon Sancho dan Raphael Varane, MU juga telah merekrut pengoleksi lima gelar Ballon d'Or, Cristiano Ronaldo.

Namun, MU justru sudah kehilangan kemungkinan raihan satu trofi pada musim ini, tepatnya saat menghentikan langkah di arena Piala Liga Inggris musim ini setelah disingkirkan West Ham.

United pun tinggal berkompetisi di Piala FA, Liga Champions, dan Liga Primer Inggris. ''Kini, Dewan Direksi United sepertinya harus melupakan semua pertimbangan pada 2018 silam untuk bisa mendatangkan Conte.”

“Pelatih asal Italia itu mungkin bisa memberikan problem tersendiri pada masa mendatang, tapi problem itu rasanya cukup sepadan.”

“Conte terbukti bisa mempersembahkan raihan trofi, sesuatu yang dibutuhkan United saat ini. Dengan ketersediaan Conte, United mesti segera bergerak,'' tulis laporan Express, Senin (25/10).

Dewan Direksi United, lanjut laporan Express itu, juga harus melupakan sejenak soal proses yang dibutuhkan dalam membangun sebuah tim untuk membawa trofi bergengsi.

Proses itu akan berjalan dengan sendirinya dengan kehadiran pelatih anyar. Selain itu, skuad United saat ini juga membutuhkan pelatih dengan karakteristik yang keras dan tegas seperti Conte.

Pelatih yang mengantarkan titel juara liga buat Chelsea, Juventus, dan Inter Milan itu selama ini memang dikenal sebagai pelatih yang keras terhadap anak-anak asuhnya.

''Para pemain United saat ini perlu ditunjukan siapa yang memegang kendali. Solskjaer mungkin bisa memahami mereka, tapi Solskjaer sepertinya belum cukup tegas. Karena itu, saat ini menjadi saat yang tepat untuk menerapkan pendekatan berbeda di ruang ganti pemain.,' lanjut laporan Express.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA