Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Menyusui Bantu Cegah Penurunan Kognitif Ibu Saat Usia 50-an

Senin 25 Oct 2021 14:25 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Ibu menyusui (ilustrasi). Menyusui tak hanya penting bagi bayi, tetapi juga bagi ibu.

Ibu menyusui (ilustrasi). Menyusui tak hanya penting bagi bayi, tetapi juga bagi ibu.

Foto: Republika/Amin Madani
Menyusui memiliki segudang manfaat jangka panjang, termasuk bagi ibu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kegiatan menyusui tak hanya membawa manfaat bagi kesehatan bayi dan mempererat hubungan antara ibu dan anak. Menyusui juga dapat membawa beragam manfaat bagi ibu, termasuk membantu mencegah penurunan kognitif ketika memasuki usia 50-an tahun.

Manfaat ini diungkapkan oleh tim peneliti dari University of California di Amerika Serikat melalui sebuah studi yang melibatkan perempuan berusia di atas 50 tahun. Selama studi, seluruh partisipan diminta untuk menjalani serangkaian tes psikologi komprehensif untuk mengukur empat kategori, yaitu kemampuan belajar, mengingat, fungsi eksekutif, dan kecepatan pemrosesan informasi.

Hasil studi menunjukkan bahwa perempuan yang menyusui anak mereka di masa lalu memiliki performa yang lebih baik dalam keempat kategori yang dites dibandingkan perempuan yang tak pernah menyusui. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan menyusui dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para ibu dalam hal menjaga performa kognitif mereka di masa mendatang.

Studi ini juga mendapati bahwa semakin lama waktu yang dihabiskan ibu untuk menyusui berkaitan dengan semakin baiknya performa kognitif mereka. Peneliti menilai diperlukan studi lebih lanjut untuk semakin memahami hubungan antara riwayat menyusui perempuan dengan performa kognitif pada skala yang lebih luas.

"Penting untuk memahami lebih baik implikasi kesehatan menyusui bagi perempuan, mengingat saat ini perempuan lebih jarang menyusui dan memiliki periode menyusui yang lebih singkat dibandingkan sebelumnya," ungkap peneliti Molly Fox dalam sebuah pernyataan resmi, seperti dilansir laman FOX News, Senin (25/10).

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA