Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Wisata Kaliurang Dibuka, PAD Sleman Diyakini Capai Target

Ahad 24 Oct 2021 22:42 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Qommarria Rostanti

Jip wisata menunggu wisatawan berkeliling di Tlogo Putri, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta.  (ilustrasi).

Jip wisata menunggu wisatawan berkeliling di Tlogo Putri, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. (ilustrasi).

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Warga merasa senang karena kini sudah diperbolehkan berwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mulai membuka kembali operasional destinasi-destinasi wisata seiring penurunan PPKM ke level II. Selain gerakkan lagi perekonomian, pembukaan diharap mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman telah pula menetapkan tarif kepada sejumlah destinasi wisata yang dikelola Pemkab Sleman, salah satunya Kawasan Kaliurang. Terlebih, selama penutupan, PAD dari sektor pariwisata alami penurunan drastis.

Kepala Dispar Sleman, Suparmono, mengatakan, pada 2019 target PAD untuk sektor pariwisata bisa ditetapkan sampai Rp 5,9 miliar. Sedangkan, panutupan membuat target PAD yang mereka tetapkan harus diturunkan jadi Rp 1,5 miliar.

Namun, pandemi Covid-19 yang masih cukup tinggi pada semester satu 2021 masih membuat destinasi-destinasi belum dapat dibuka karena pembatasan mobilitas. Akibatnya, sampai September 2021, PAD pariwisata baru sekitar Rp 900 juta.

"Makanya, dibuka ini semoga bisa menambahi (PAD) sampai akhir tahun, moga-moga Rp 1,5 miliar bisa tercapai, harus optimistis," kata Suparmono, Ahad (24/10).

Salah satu wisatawan dari Sleman, Untung, mengaku sangat senang kini masyarakat sudah dibolehkan melakukan kunjungan wisata. Apalagi, selama pandemi covid berlangsung, sudah sangat lama masyarakat harus berdiam diri di rumah.

Meski begitu, Untung mengungkapkan, selama ini sesekali masih kerap mendatangi sekitaran Kaliurang, meskipun tidak bisa masuk ke kawasan wisatanya. Karenanya, saat sudah dibuka, ia tidak merasa keberatan jika sudah diterapkan tarif masuk.

"Saya kira wajar-wajar saja, masih terjangkau masyarakat," ujar Untung.

Salah satu wisatawan dari Klaten, Narulita Widi Astuti, mengaku tidak masalah dengan penerapan tarif di Kawasan Kaliurang. Meski baru pertama kali berwisata ke Kawasan Kaliurang, Widi cukup antusias mendatangi spot-spot wisata yang ada.

"Kalau berbayarnya karena belum pernah ke sini sih, jadi baru tahu ini," kata Widi.

Selain Kaliurang, sudah ada 11 destinasi wisata di Sleman yang sudah memiliki QR Code Peduli Lindungi. Setelah Tebing Breksi, Candi Ratu Boko dan Merapi Park, ada Studio Alam Gamping, Monumen Jogja Kembali dan Kali Kuning Park.

Kemudian, ada Desa Wisata Grogol, Agrowisata Bumi Merapi, Museum Gunung Merapi dan Desa Wisata Karangtanjung. Data terbaru yang dihimpun Dispar Sleman, arena Jogja Bay sudah pula memiliki QR Code Peduli Lindungi untuk uji coba terbatas. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA