Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Ali Khamenei: Persatuan Islam Kunci Masalah Palestina

Ahad 24 Oct 2021 21:54 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nashih Nashrullah

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kritik negara Arab normalisasi hubungan dengan Israel

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kritik negara Arab normalisasi hubungan dengan Israel

Foto: EPA-EFE/IRANIAN LEADERS OFFICE
Ali Khamenei kritik negara Arab normalisasi hubungan dengan Israel

REPUBLIKA.CO.ID,  TEHERAN – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kembali melayangkan kritik kepada negara-negara Arab yang melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel. 

Menurutnya, persatuan Islam dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah Palestina.  

Baca Juga

“Beberapa pemerintah sayangnya telah membuat kesalahan; kesalahan besar, dan telah berdosa menormalkan (hubungan mereka) dengan rezim Zionis yang merebut serta menindas,” kata Khamenei pada Ahad (24/10).   

Dia berpendapat, normalisasi tersebut merupakan tindakan melawan persatuan Islam. “Mereka harus kembali dari jalan tersebut dan menebus kesalahan besar ini,” ujar Khamenei.  

Khamenei menekankan pentingnya persatuan Islam dalam masalah Palestina. “Jika persatuan Islam tercapai, masalah Palestina pasti akan diselesaikan dengan cara terbaik,” ucapnya.  

Pada 15 September 2020, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) menandatangani perjanjian normalisasi diplomatik dengan Israel. Hal itu tercapai berkat mediasi dan dukungan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan mantan presiden Donald Trump. Kesepakatan normalisasi tersebut dikenal dengan nama Abraham Accords.  

Selain UEA dan Bahrain, Amerika Serikat pun membantu Israel melakukan normalisasi diplomatik dengan Sudan serta Maroko. Palestina mengecam kesepakatan damai tersebut. 

Menurut Palestina, apa yang dilakukan negara-negara Muslim terkait merupakan “tikaman” bagi perjuangannya memperoleh kemerdekaan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA