Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Besok, Taman Alun-Alun Bandung Mulai Dibuka untuk Pengunjung

Ahad 24 Oct 2021 17:36 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Gita Amanda

Kegiatan Beresih Bandung di Kawasan Alun-alun Kota Bandung, (ilustrasi). Sebanyak 29 taman tematik di Kota Bandung mulai dibuka untuk pengunjung pada Senin (25/10) besok.

Kegiatan Beresih Bandung di Kawasan Alun-alun Kota Bandung, (ilustrasi). Sebanyak 29 taman tematik di Kota Bandung mulai dibuka untuk pengunjung pada Senin (25/10) besok.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Mereka yang hendak berkunjung ke taman diminta untuk menerapkan protokol kesehatan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 29 taman tematik di Kota Bandung mulai dibuka untuk pengunjung pada Senin (25/10) besok, dengan kapasitas yang dibatasi 25 persen. Mereka yang hendak berkunjung ke taman diminta untuk menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin diantaranya memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan.

"Jadi di perwal di pasal 16 taman sudah boleh dibuka untuk masyarakat hanya kita perlu persiapkan untuk prokes jadi buka besok senin semuanya termasuk Baksil (Babakan Siliwangi), Alun-Alun juga," ujar Kabid Pertamanan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3), Rikke Siti Fatimah saat dihubungi, Ahad (24/10).

Baca Juga

Ia menuturkan, total sebanyak 29 taman tematik di Kota Bandung sudah mulai dibuka dan bisa dikunjungi masyarakat. Terkait persyaratan aplikasi PeduliLindungi yang harus digunakan saat pengunjung datang ke taman, Rikke mengatakan pihaknya mendukung hal tersebut.

Pihaknya saat ini masih memproses pengajuan aplikasi tersebut ke Kementerian Kesehatan dan belum memperoleh QR Code. Disela proses tersebut, pihaknya menyiapkan barcode untuk warga yang hendak masuk ke taman.

"Kita memasang barcode di papan imbauan, pengunjung masuk menscan barcode, mengisi google form, nama, NIK, alamat, umur termasuk nomor sertifikat jadi ini hanya sementara sebelum QR Code dari kementerian kesehatan keluar," katanya.

Ia menuturkan, apabila QR Code sudah didapatkan maka penggunaan barcode dihentikan untuk menggunakan QR Code aplikasi PeduliLindungi. Pihaknya memastikan akan menggunakan aplikasi tersebut dalam rangka mendukung penanganan Covid-19 terlebih saat ini Bandung level 2.

Rikke mengatakan tiap taman dipasang wastafel dan sabun sehingga diharapkan pengunjung yang datang masuk mencuci tangan terlebih dahulu. Selain itu petugas taman akan diberikan tugas tambahan untuk mengawasi dan mengarahkan pengunjung mengisi barcode dan mengisi google form.

"Petugas ada masing-masing tiap taman menempatkan petugas pemeliharaan taman, nanti ada tugas tambahan setiap pengunjung datang ke taman diarahkan barcode. Mereka juga mengawasi, kita minta bantuan Satpol PP dan kewilayahan," katanya.

Ia menambahkan, kapasitas pengunjung di tiap taman maksimal 25 persen dengan waktu operasional pukul 10.00 Wib hingga pukul 18.00 Wib. Anak usia dibawah 12 tahun sudah dapat berkunjung didampingi oleh orang tua. "Menggunakan taman secara bijak, Covid-19 masih ada. Disiplin prokes," katanya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA