Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

ACT Malang Aktivasi Program Operasi Pangan Murah

Ahad 24 Oct 2021 13:44 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Malang melakukan aktivasi program Operasi Pangan Murah di Pondok Pesantren Tholabie, Buring, Kedungkandang, Kota Malang, Ahad (24/10).

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Malang melakukan aktivasi program Operasi Pangan Murah di Pondok Pesantren Tholabie, Buring, Kedungkandang, Kota Malang, Ahad (24/10).

Foto: Dok. Humas ACT Malang
Pangan Murah memberikan stimulan ekonomi sehingga bisa memenuhi kebutuhan pokok

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Aksi Cepat Tanggap (ACT) Malang melakukan aktivasi program Operasi Pangan Murah di Pondok Pesantren Tholabie, Buring, Kedungkandang, Kota Malang, Ahad (24/10). Kegiatan ini bertujuan memberikan stimulan ekonomi sehingga bisa memenuhi kebutuhan pokok masyarakat prasejahtera.

Branch Manager ACT Malang, Iqrok Wahyu Perdana, kegiatan ini dilatarbelakangi adanya dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 sejak dua tahun lalu yang masih terasa hingga saat ini. Meskipun angka positif dan kematian akibat Covid-19 menurun, angka kelaparan dan kemiskinan semakin tumbuh. "Pengangguran di mana-mana dan permasalah ekonomi lainnya muncul," ucapnya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), kemiskinan naik sampai 11 persen selama pandemi di seluruh Jawa Timur. Dampak kemiskinan ini yang menimbulkan masalah turun yang lebih kompleks. Beberapa di antaranya seperti dampak kelaparan, kesehatan dan ekonomi.

Melihat situasi dan kondisi masyarakat yang makin masuk ke jurang kemiskinan akut, program Operasi Pangan Murah dilaksanakan. Operasi Pangan Gratis ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok sehari hari. "Seperti beras, gula, minyak goreng, tepung dan kebutuhan pokok lainnya," jelasnya.

Masyarakat yang datang kemudian mendapatkan kupon sesuai kriteria penerima manfaat ACT Malang. Mereka bisa membayar 50 persen dari harga total pangan. Para pembeli merupakan masyarakat kampung Baran, Buring yang masuk dalam wilayah dengan risiko rawan ekonomi.

Selain memberikan potongan harga 50 persen, semua bahan pokok yang dijual bisa dibeli oleh siapapun. Hal ini terutama untuk mereka yang tidak memiliki kupon membayar dengan harga normal. Pria disapa Iqrok ini memastikan, semua keuntungan ditunjukkan untuk memberikan subsidi kepada masyarakat prasejahtera.

"Ini seperti pasar pada umumnya, namun yang membutuhkan mendapatkan harga yang terjangkau. Lalu yang dermawan memberikan bantuan dengan harga penuh sehingga bisa membantu yang lain," kata Iqrok.

Menurut Iqrok, agenda program Operasi Pangan Murah selanjutnya akan diaktivasi di beberapa titik lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meluaskan manfaat kepada masyarakat Malang Raya.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA