Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Vaksinasi di Medan Capai 65,25 Persen

Ahad 24 Oct 2021 08:01 WIB

Red: Friska Yolandha

Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) bersama Wali Kota Medan Bobby Nasution (ketiga kanan) dan Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (ketiga kiri) saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong COVID-19 di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (25/9).

Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) bersama Wali Kota Medan Bobby Nasution (ketiga kanan) dan Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (ketiga kiri) saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong COVID-19 di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (25/9).

Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Selain Sinovac, Kota Medan juga menyediakan vaksin jenis Pfizer.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengungkapkan percepatan vaksinasi COVID-19 di kota yang dipimpinnya telah mencapai 62,25 persen dari target 1,9 juta lebih penduduk di daerah ini. Target ini dapat bertambah jika cakupan usia yang boleh divaksinasi ditambah.

"Dari target 1,9 juta lebih yang bisa divaksin di Kota Medan, saat ini 65,25 persen capaian vaksinasi kita," kata Bobby usai meninjau pelaksanaan vaksinasi berani serbu di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia, Medan, Sumut, Sabtu (23/10).

Vaksinasi berani serbu ini digelar merupakan kerja sama Generasi Muda Keluarga Besar FKPPI Sumut dan Imigrasi Kelas I TPI Polonia yang menargetkan 1.000 dosis vaksin. Wali kota melanjutkan, tentunya target 1,9 juta warga Kota Medan ini bisa bertambah menjadi dua juta jiwa, jika usia di bawah 12 tahun diperbolehkan untuk divaksinasi.

"Oleh karenanya, kami masih menunggu dan akan mengikuti arahan dari Kementerian Kesehatan," jelas Bobby.

Wali kota juga menerangkan, untuk jenis vaksin yang disuntikkan dalam kegiatan vaksinasi berani serbu ini adalah Pfizer. Selain Sinovac, lanjut dia, di Kota Medan saat ini juga memiliki vaksin Pfizer yang tentu kedua jenis vaksin itu akan semakin mempercepat pencapaian target vaksinasi.

"Kita berharap semakin banyak pihak yang terlibat di pelaksanaan vaksinasi. Kekebalan kelompok akan segera terbentuk, dan pemulihan segala sektor lebih mudah kita laksanakan," tegas Bobby.

Ketua Generasi Muda Keluarga Besar FKPPI Sumut, Shandy Mandela Simanjuntak, mengaku pihaknya memiliki peran dalam pemulihan krisis di Indonesia, khususnya di Kota Medan.

"Kami menilai urusan COVID-19 bukan cuma urusan pemerintah, tapi kita semua. Kita targetkan se-Indonesia penyuntikan 25.000 dosis pertama, dan 25.000 dosis kedua. Total 50.000 dosis," jelasnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA