Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Satgas Covid Depok: Tak Ada Aktivitas di Ponpes Babussalam

Ahad 24 Oct 2021 07:48 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

Foto: Dok Pemkot Depok
Saat ini sudah dilakukan mitigasi di Ponpes Babussalam dan tidak ada aktivitas.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana memastikan tidak ada aktivitas di Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam, setelah ditemukannya kasus positif Covid-19. "Kami juga telah melakukan penanganan terhadap santri dan ustaz yang terkonfirmasi positif. Saat ini sudah dilakukan mitigasi dan tidak ada aktivitas," ujar Dadang Wihana, dalam keterangannya di Depok, Jawa Barat, Ahad (24/10).

Ia mengatakan penghuni ponpes yang terpapar Covid-19, kini sudah melakukan isolasi mandiri (isoman) di pesantren. Puskesmas setempat juga telah melakukan pemantauan terhadap para pasien.

Baca Juga

Sementara itu, Camat Cimanggis Abdul Rahman mengatakan total penghuni Ponpes Babussalam yang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 46 orang. Mereka terdiri atas santri dan ustaz.

Ia memerinci, pemeriksaan swab PCR yang dilakukan Tanggal 14 Oktober ditemukan 17 kasus positif Covid-19. Kemudian pemeriksaan Tanggal 18 Oktober terdapat 29 kasus positif Covid-19. "Bersama kodim, polsek, pak lurah dan puskesmas disepakati jika akan dilakukan kunjungan setiap hari dari puskemas untuk memeriksa santri dan ustaz yang positif," ujarnya.

Dia melanjutkan, untuk 17 santri dan ustad yang sudah melakukan isoman sejak 14 Oktober dijadwalkan akan selesai pada 23 Oktober. Sementara 29 orang yang melakukan isoman dari 18 Oktober baru akan selesai pada 26 Oktober 2021. "Lokasi isoman tetap di ponpes, tempat isolasi sudah dipastikan memenuhi syarat," katanya.

 

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA