Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Kehadiran Para Ayah Cegah Kekerasan di Sekolah

Ahad 24 Oct 2021 05:44 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil

Kehadiran Para Ayah Cegah Kekerasan di Sekolah. Foto:  Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak

Kehadiran Para Ayah Cegah Kekerasan di Sekolah. Foto: Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak

Foto: pixabay
Sejumlah ayah memutuskan untuk mengatasi kekerasan di sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, LOUISIANA--Setelah 23 siswa ditahan dalam tiga hari karena serangkaian kekerasan di sekolah. Sejumlah orang tua murid SMA Southwood, Louisiana di Amerika Serikat (AS) mengambil langkah untuk membuat perubahan.

Sejumlah ayah memutuskan untuk mengatasi kekerasan di sekolah dengan tangan mereka sendiri. Sekitar 40 orang bapak-bapak membentuk kelompok yang dinamakan Dads on Duty.

Baca Juga

Kelompok itu bergantian menghabiskan waktu di SMA di  Shreveport, Louisiana. Mereka menyambut siswa-siswi pada pagi hari dan membantu mereka menjaga lingkungan positif untuk belajar dan tidak berkelahi.

Para murid mengatakan inisiati ini berhasil sebab tidak ada perkelahian sejak Dads on Duty menjaga sekolah mereka. Meski tidak ada satupun bapak-bapak itu yang memiliki gelar di bidang konseling atau hukum tapi memiliki pengalaman yang relevan.

"Kami merupakan ayah, kami memutuskan siapa orang terbaik yang merawat anak-anak kami? Yaitu kami sendiri," kata Michael LaFitte yang pertama kali membentuk Dads on Duty, pada CBS News, Sabtu (23/10).  

Sekarang energi negatif yang masuk melalui gerbang sekolah akan berhadapan dengan orang tua yang peduli.

"Saya langsung merasa aman, kami berhenti berkelahi, anak-anak mulai masuk kelas," kata salah satu siswa.

"Anda pernah mendengar 'pandangan ayah'," kata salah seorang siswa lainnya yang menjelaskan kekuatan tertentu yang dimiliki para ayah.

Namun tidak hanya dengan pandangan dan peringatan yang tegas. Para ayah itu juga kerap berkelakar.

"Mereka senang bercanda seperti 'oh hei tali sepatumu lepas' tapi sebenarnya tidak lepas," kata siswa lainnya.

"Mereka membencinya! Mereka sangat malu dengan itu," kata LaFitte mengenai pendapat sejumlah siswa tentang candaan tersebut.

Hal ini campuran antara cinta yang keras dan lembut yang dilakukan para ayah. Sehingga mengubah sekolah menjadi tempat yang lebih aman.

"Sekolah menjadi bahagia dan anda dapat merasakannya," kata seorang siswa.

Kini para ayah itu berencana untuk tetap mengunjungi sekolah Southwood tanpa batas waktu.

"Karena tidak semua orang memiliki sosok ayah atau laki-laki di rumah, dalam waktu yang lama atau sepanjang hidup mereka, maka hanya ada di sini menciptakan perbedaan yang besar," kata para ayah.

Mereka ingin mendirikan cabang Dads on Duty di seluruh Louisiana. Para ayah ini juga berharap pada akhirnya dapat diterapkan sekolah di seluruh negeri. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA