Ahad 24 Oct 2021 01:18 WIB

Utusan AS Kunjungi Korsel Bahas Denuklirisasi Korea

Kim meminta Korut untuk untuk menahan diri.

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah
Korea Utara (Korut) pada Rabu (10/10) mengonfirmasi telah menembakkan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam atau submarine-launched ballistic missile (SLBM).
Foto: EPA/KCNA
Korea Utara (Korut) pada Rabu (10/10) mengonfirmasi telah menembakkan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam atau submarine-launched ballistic missile (SLBM).

REPUBLIKA.CO.ID,   SEOUL -- Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Korea Utara (Korut) Sung Kim tiba di Korea Selatan (Korut). Kunjungan ini dilakukan saat perundingan denuklirisasi Semenanjung Korea dengan Korea Utara (Korut) mengalami kebuntuan.

Sung Kim yang merangkap Duta Besar Indonesia tiba beberapa hari setelah Korut melepaskan rudal balistik dari kapal selam (SLBM) baru mereka. Washington mengecam keras uji coba tersebut dan mendesak Pyongyang untuk kembali ke meja negosiasi agar AS mencabut sanksi-sanksinya.

Baca Juga

"(Korut) harus menahan diri untuk provokasi lebih lanjut dan terlibat dalam dialog substantif dan berkelanjutan," kata Kim, Sabtu (23/10).

Sebelumnya ia juga sempat membahas denuklirisasi Korea dengan Korsel dan Jepang di Washington pada Selasa (19/10) lalu. Sejauh ini Pyongyang masih menolak ajak Washington untuk kembali ke meja perundingan.

Mereka menuduh Amerika dan Korsel mendorong diplomasi. Sementara kedua negara itu juga memicu eskalasi dengan meningkatkan aktivitas militer mereka.

Pada Kamis (21/10) lalu Korut mengatakan reaksi AS berlebihan dalam uji coba SLBM yang bertujuan untuk pertahanan. Pyongyang juga mempertanyakan ketulusan AS mengajak ke meja perundingan.

Tidak lama setelah tiba di Korsel, Kim mengatakan ia menantikan 'diskusi produktif' dengan rekan-rekan di Seoul. Ia tidak menjelaskannya lebih lanjut.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement