Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Mendikbudristek Takjub dengan Semangat Belajar Santri Vokasi

Ahad 24 Oct 2021 00:41 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Esthi Maharani

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.

Foto: Dok Aptisi
Nadiem takjub dengan tekad ponpes mencetak generasi Islam yang andal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, mengaku takjub melihat tekad para santri vokasi. Menurut dia, santri zaman sekarang merupakan cikal bakal pemimpin, wirausahawan, dan orang-orang penting di masa depan kelak.

"Santri zaman sekarang adalah cikal bakal pemimpin, wirausahawan, dan orang-orang penting,” ujar Nadiem berdasarian keterangan persnya, Sabtu (23/10).

Hal tersebut dia sampaikan dalam rangkaian lawatannya ke Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur. Nadiem pada kesempatan itu menyempatkan diri untuk berkunjung ke sekolah menengah kejuruan (SMK) Plus Khoiriyah Hasyim.

Dia mengaku takjub melihat tekad sekolah berasrama tersebut dalam mencetak generasi Islam yang andal di berbagai keahlian vokasi. Di saat yang bersamaan pula mereka ia sebut tetap menjunjung tinggi nilai-nilai religiusitas sebagai santri.

Pada kesempatan itu Nadiem juga meninjau siswa SMK yang juga santri pesantren Tebuireng melakukan coding aplikasi dan website. Selain itu, ada juga santri yang mengedit video dan yang sedang membuat produk kerajinan tangan serta makanan ringan untuk dipasarkan melalui platform digital.

Melihat aktivitas para santri di SMK tersebut, Nadiem merasa optimistis dan yakin, program Merdeka Belajar telah diimplementasikan dengan baik di SMK dalam lingkungan pesantren. Dengan platform itu pihaknya ingin menciptakan sistem pendidikan yang memerdekakan siswa dan generasi berikutnya dengan kurikulum proses pembelajaran yang lebih fleksibel.

"Bukan hanya fokus ke kompetensi siswa, tapi juga karakter, seperti akhlak, kemampuan berkolaborasi, jiwa kepemimpinan, daya saing, dan berkreativitas,” jelas dia.  

Menjawab keraguan siswa tentang kualitas santri lulusan SMK, Mendikbudristek menyampaikan agar para santri tidak perlu berkecil hati. “Saya lihat SMK semacam ini sangat luar biasa. Saya optimistis, santri masa depan akan berkontribusi di segala bidang dan tidak ketinggalan dari lulusan lainnya,” ungkap Nadiem.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA