Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Lokckdown Dicabut, Warga Melbourne Mulai Nikmati Akhir Pekan

Sabtu 23 Oct 2021 14:54 WIB

Red: Nora Azizah

Masyarakat Melbourne mulai pergi ke bar dan restoran untuk menikmati akhir pekan.

Masyarakat Melbourne mulai pergi ke bar dan restoran untuk menikmati akhir pekan.

Foto: AP/Hamish Blair
Masyarakat Melbourne mulai pergi ke bar dan restoran untuk menikmati akhir pekan.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Warga Melbourne, Australia, mulai memenuhi jalan-jalan kota yang ramai dengan pesta spontan, musik hidup, pub, bar, dan restoran. Pemandangan ini kembali terlihat setelah pemerintah mengakhiri lockdown COVID-19 di kota terbesar kedua Australia itu. 

Melbourne, yang berpenduduk lima juta jiwa, telah menjalani lockdown selama 262 hari atau hampir sembilan bulan sejak Maret 2020, mengalahkan Buenos Aires di Argentina (234 hari) sebagai kota yang paling lama dikunci akibat pandemi. Meski hujan mengguyur pada Sabtu (23/10) pagi, masyarakat antre untuk memangkas rambut dan menikmati sarapan di restoran, yang semuanya terbuka bagi warga yang sudah divaksin penuh.

Baca Juga

Pada Jumat malam, orang-orang memenuhi jalan untuk merayakan pesta di tenggara Melbourne dan menikmati lagi minuman di pub bersama teman, seperti diperlihatkan dalam video di media sosial. Meskipun wabah Delta terus menyebar, pembatasan di Victoria, di mana Melbourne berada, dilonggarkan karena tingkat vaksinasi telah mencapai 70 persen.

Negara bagian itu pada Sabtu juga melaporkan 1.750 kasus baru dan lima kematian akibat COVID-19. Walau sebagian besar toko ritel masih tutup, otoritas setempat mengatakan pelonggaran berikutnya akan dilakukan setelah 80 persen warga Victoria sudah divaksin penuh, yang diperkirakan tercapai akhir pekan depan.

"Jangan kendur, mari tingkatkan kecepatan sampai 80 hingga 90 persen vaksinasi," kata Jeroen Weimar, komandan tanggap COVID-19 Victoria, Sabtu, dilansir dari reuters.

Meski sejumlah kecil protes anti vaksin yang berujung pada kekerasan terjadi di Melbourne dan kota-kota lain tahun ini, sebagian besar warga Australia mendukung vaksinasi. Jajak-jajak pendapat menunjukkan persentase mereka yang menentang vaksin hanya di kisaran satu digit. Hampir 72 persen penduduk dewasa Australia kini sudah divaksin lengkap dan hampir 87 persen telah menerima setidaknya satu dosis.

Menurut strategi nasional, lockdown kemungkinan kecil akan diterapkan lagi jika 80 persen warga Australia sudah divaksin penuh. Sydney, kota terbesar di Australia dan ibu kota negara bagian New South Wales, merayakan pembukaan kembali dua pekan lalu setelah vaksinasi mencapai 70 persen. 

New South Wales pada Sabtu mencatat 332 kasus baru dan dua kematian akibat COVID-19.Koran-koran akhir pekan dipenuhi iklan perjalanan untuk bulan-bulan mendatang, ketika perbatasan internasional mulai dibuka pada November. Maskapai nasional Qantas Airways mempercepat rencana untuk melanjutkan penerbangan ke banyak destinasi dan menambah sejumlah pesawat untuk memenuhi permintaan yang sangat besar.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA