Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Megawati Ingin Budaya Lokal dan Keagamaan Jalan Beriringan

Sabtu 23 Oct 2021 11:50 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Mas Alamil Huda

Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri.

Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri.

Foto: Antara/Setpres Lukas
Megawati Soekarnoputri berharap budaya lokal dan keagamaan dapat berjalan beriringan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, berharap agar budaya lokal dan keagamaan dapat berjalan beriringan. Hal tersebut disampaikan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sekaligus menyambut Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.

"Kami menjalankan pesan dari Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri agar antara budaya lokal dan keagamaan berlangsung dengan baik, dan kita bisa menjalankan ibadah agama dengan baik," kata Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga dalam keterangan, Sabtu (23/10).

Dalam memperingati Maulid Nabi dan Sumpah Pemuda, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengadakan khitanan massal. Kegiatan itu juga dirayakan dengan menampilkan budaya Betawi diiringi arak-arakan delman.

Eriko menjelaskan, pelaksanaan acara memadukan tradisi agama dan budaya lokal tersebut sengaja dilakukan sesuai amanat dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Dia melanjutkan, kegiatan diadakan demikian sekaligus agar memberi pesan bahwa kegiatan keagamaan dan budaya lokal bisa berjalan bersamaan.

"Kami memadukan dalam menjalankan budaya lokal dan agama bisa seiring sejalan. Itulah yang kita lakukan dalam menyambut Maulid Nabi dan Sumpah Pemuda tahun ini," katanya.

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sekaligus menyambut Hari Sumpah Pemuda, DPP PDI Perjuangan (PDIP) menggelar khitanan massal. Uniknya, khitanan massal ini menampilkan budaya Betawi diiringi arak-arakan delman.

Kegiatan dimulai dengan memberangkatkan tujuh delman yang mengangkut empat orang anak yang dikhitan dari Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Eriko mengatakan, peserta khitanan ditampilkan terbatas dari total 68 orang yang dikhitan.

"Itulah maka kita hari ini mengadakan sunatan kepada 68 anak yang ada di Jakarta Pusat. Semua kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan," katanya.

Seorang warga yang anaknya ikut khitanan massal, Rida, mengapresiasi digelarnya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu serta meringankan beban warga yang tidak mampu di tengah pandemi. "Kami sebagai warga sekitar berterimakasih digelarnya acara khitanan massal ini," kata Rida.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA