Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Wujudkan Kesehatan Mental Kelompok Rentan di Era Pandemi

Sabtu 23 Oct 2021 09:38 WIB

Red: Agus Yulianto

Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Andre Rahadian.

Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Andre Rahadian.

Foto: istimewa
Satgas relawan hadirkan peningkatan kapasitas relawan layanan dukungan psikososial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bidang Koordinasi Relawan (BKR) Satuan Tugas Covid-19 menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) secara serentak di tiga provinsi di Indonesia. Ketiga provinsi itu yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sumatra Utara. 

Kegiatan yang berlangsung selama enam hari (18-21 Oktober 2021) ini melibatkan 30 relawan dari berbagai perwakilan organisasi kemasyarakatan, dinas kesehatan, dinas sosial, lembaga sosial yang berada di tiap Provinsi.

Ketua BKR Satgas Covid-19 Andre Rahadian menyampaikan, kondisi kesehatan jiwa masyarakat yang terganggu selama masa pandemi adalah fenomena nyata yang harus segera disikapi. "Aspek psikososial perlu mendapat perhatian, karena dampak jangka panjangnya dapat berpengaruh terhadap berbagai persoalan, khususnya tingkat produktivitas," kata dia, dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Sabtu 923/10). 

Untuk itulah, kehadiran relawan layanan dukungan psikososial di tengah-tengah masyarakat sangat dibutuhkan dan menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Kegiatan ini, kata dia, diharapkan mampu membentuk Relawan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang siap terjun mendampingi masyarakat kelompok rentan (lansia, anak, disabilitas, dll) dan tenaga kesehatan yang membutuhkan terkait adaptasi kebiasaan baru, cara atau respons dalam menghadapi situasi pandemi, memberdayakan masyarakat terdampak pandemi, mengampanyekan perubahan perilaku masyarakat, mengampanyekan vaksinasi serta donor plasma konvalesen.

Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara offline selama enam hari (18 – 21 Oktober 2021) melibatkan 30 orang relawan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Tiga hari pertama seluruh relawan akan mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas dengan jumlah tujuh sesi materi yang disampaikan oleh narasumber yang mumpouni di bidangnya. 

Ketujuh materi tersebut antara lain adalah; 1) Pengantar kerelawanan; 2) Protokol kesehatan dan seputar COVID-19; 3) Psikoedukasi; 4) Dukungan psikologi awal; 5) Layanan dukungan psikososial; 6) Pendampingan sosial; dan 7) Fungsi koordinasi (pelaporan). Pada hari keempat dan kelima relawan yang telah dibekali materi akan turun ke lapangan untuk melakukan praktik pendampingan kepada lembaga sosial sasaran program. 

Lokasi lembaga yang tersebar di tiga provinsi tersebut antara lain adalah UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri, SLB Yayasan Untung Tuah, Panti Asuhan Anak Harapan, RS Abdul Muis, Panti Asuhan Al Ikhlas Dinsos Provinsi Kalsel, RS Bhayangkara Tk. III Banjarmasin Tembusan Dinkes Prov Kalsel, Panti Lansia Binjai, Panti Anak Ora El Labora, RSUD GL Tobing, dan Panti Lansia Provsu. Menutup kegiatan, di hari terakhir seluruh relawan akan melakukan monitoring dan evauasi program secara keseluruhan.

Kepala Sub-Bidang Relawan Kesehatan BKR Satgas COVID-19 dr. Joseph Frederick William mengatakan, selama ini, hal-hal yang berkaitan dengan kondisi psikososial masih belum banyak kita sentuh. "Memang, telah banyak layanan dukungan psikososial yang diadakan oleh berbagai instansi, lembaga dan organisasi, seperti layanan bantuan psikologi “Sejiwa” dan #SahabatRelawan, yang dilakukan secara daring. Namun, dukungan psikososial yang diberikan secara langsung di masyarakat, belum banyak dilakukan,” ujarnya.

Dukungan psikososial penting diberikan kepada mereka yang terpapar, supaya mereka bisa menjalani masa penyembuhan dan juga melawan penyakit yang diderita, sehingga mereka tidak kehilangan harapan saat dirawat, mengingat mereka yang positif Covid-19, umumnya tidak dapat didampingi oleh keluarga. 

Tujuan lain dari pelatihan relawan dukungan psikososial adalah agar dampak negatif dari pandemi, yang mungkin dapat memunculkan berbagai gejolak sosial, dapat diredam, sehingga tidak berkembang menjadi keresahan yang menganggu atau malah menjadi gerakan yang tidak kondusif dalam upaya menangani dan mengendalikan penyebaran serta penularan virus penyebab Covid-19.

“Kegiatan yang berlangsung di tiga Provinsi ini adalah rangkaian awal, Satgas Relawan akan terus melanjutkan Peningkatan Kapasitas Relawan di berbagai Provinsi di Indonesia ke depannya," ujar Joseph Frederick William.

Secara berkelanjutan Satgas Relawan juga akan terus bersinergi melalui relawan binaan bersama berbagai Kementerian, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan di  Indonesia untuk terus mewujudkan kesehatan mental bagi masyarakat dan terutama kelompok rentan yang terdampak pandemik. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA