Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

4 Perkara Kejahatan yang Bisa Menghancurkan Bangsa

Sabtu 23 Oct 2021 06:10 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW mengingatkan dampak perkara terhadap bangsa. Demo Anti Korupsi (Ilustrasi)

Rasulullah SAW mengingatkan dampak perkara terhadap bangsa. Demo Anti Korupsi (Ilustrasi)

Foto: Fanny Octavianus/Antara
Rasulullah SAW mengingatkan dampak perkara terhadap bangsa

REPUBLIKA.CO.ID, — Rasulullah SAW mengingatkan bahaya mengingatkan bahaya dan dampak amal keburukan.  

Terdapat lima perkara yang memiliki dampak besar hingga bisa menghancurkan suatu bangsa. Apa saja itu?

Baca Juga

Pertama, khianat dengan melakukan tindak pidana korupsi. Bila praktik korupsi pada suatu bangsa telah merajalela maka bangsa tersebut akan dipenuhi dengan ketakutan akan masa depannya. Sebab masa depan bangsa itu berada diujung tanduk perpecahan, kemiskinan, krisis, perang sebagai akibat dari merajalelanya praktik korupsi. 

Kedua, merajalelanya perzinaan yang mendatangkan banyak kematian. Bila perzinaan sudah merajalela di suatu bangsa, bahkan praktik prostitusi dan penyimpangan seksual seperti LGBT terang-terangan dilakukan, maka bangsa tersebut akan mengalami lonjakan kematian. 

Sebab perilaku perzinaan bisa menjadi latar belakang terjadinya pembunuhan. Belum lagi terjadinya aborsi yang juga membuat kematian. Lalu munculnya penyakit HIV AIDS. Juga konsumsi obat-obatan  yang membuat seseorang menjadi over dosis dan mengalami kematian. 

Ketiga, kecurangan dalam berbisnis yang mendatangkan kebangkrutan. Bila suatu bangsa curang dalam berbisnis, semisal mengurangi kualitas barang yang hendak di jualnya ke negara lain, atau mengurangi timbangannya maka bangsa tersebut tidak akan lagi dipercaya oleh negara lain dalam bisnis. Sehingga perlahan-lahan rezeki bagi bangsa itu akan tertutup dan mengalami kebangkrutan.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA