Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Kinerja Melambat, Unilever Bukukan Laba Bersih Rp 4,4 T

Sabtu 23 Oct 2021 05:47 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi

Logo Unilever. PT Unilever Indonesia Tbk mengalami perlambatan kinerja pada kuartal III 2021.

Logo Unilever. PT Unilever Indonesia Tbk mengalami perlambatan kinerja pada kuartal III 2021.

Foto: wikipedia
Penurunan kinerja akibat penjualan domestik yang melambat 7,4 persen. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Unilever Indonesia Tbk mengalami perlambatan kinerja pada kuartal III 2021. Pada periode tersebut, emiten bersandi UNVR ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,4 triliun atau turun 19,52 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. 

Adapun pendapatan UNVR tercatat turun sebesar 7,48 persen menjadi Rp 30,02 triliun. Penurunan kinerja ini disebabkan oleh pertumbuhan penjualan domestik yang melambat sebesar 7,4 persen. 

Secara total, perseroan masih mencatat penjualan bersih sebesar Rp 30 triliun. Kategori Foods & Refreshment menjadi penopang utama pertumbuhan dengan membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 9,8 persen di kuartal III 2021.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk, Ira Noviarti, mengakui, kuartal III 2021 merupakan periode yang masih menantang akibat gelombang II kasus Covid-19 dan ditemukannya varian Delta. Akibatnya, Pemberlakuan Pembatas Kegiatan Masyarakat (PPKM) pun kembali diterapkan diberbagai wilayah di Indonesia. 

"Meski menghadapi tantangan periode PPKM pada kuartal III 2021 yang tidak dihadapi pada kuartal sebelumnya, Perseroan tetap mampu menjaga kestabilan nilai penjualan dan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,4 triliun," kata Ira dalam keterangannya dikutip Jumat (22/10).

Selain itu, kenaikan harga komoditas juga masih berlanjut dan semakin mempengaruhi biaya produk. Berbagai tantangan tersebut mempengaruhi konsumen dalam pemilihan pola konsumsi di berbagai kategori, dan mempengaruhi tingkat pertumbuhan perseroan.

Menurut Ira, kenaikan biaya produk dikarenakan kenaikan harga komoditas tidak dapat dibarengi langsung dengan kenaikan harga produk Unilever secara optimal. Hal ini lantaran perseroan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam daya beli selama situasi pandemi.

Meski demikian, Ira menegaskan, strategi perseroan pada 2022 dibangun untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut dengan tepat sasaran. Sebagai turunan dari strategi jangka panjang 2025, Unilever Indonesia menyusun sejumlah strategi prioritas di 2022 untuk meningkatan pertumbuhan perseroan.

Strategi tersebut antara lain memperkuat dan membuka potensi penuh dari brand-brand besar dan produk utama melalui inovasi yang terdepan dan menstimulasi konsumsi konsumen. Perseroan juga akan memperluas dan memperkaya portfolio ke value and premium segment.

"Selain itu kami akan memperkuat kepemimpinan di kanal utama (GT dan Modern Trade) dan kanal masa depan (e-Commerce), memimpin di Digital & Data Driven Capabilities serta tetap tetap menjadi yang terdepan dalam penerapan bisnis yang berkelanjutan," tutur Ira. 

 

Baca Juga

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA