Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

111,9 Juta Orang Indonesia Sudah Divaksin Dosis Satu

Sabtu 23 Oct 2021 00:22 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Indira Rezkisari

Warga menerima suntikan vaksin COVID-19 di Mal Nipah, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/10/2021). Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mencatat capaian vaksinasi COVID-19 di Sulawesi Selatan hingga 20 Oktober 2021 sebanyak 2.630.846 orang penerima dosis pertama atau 37,27 persen dari target 7.058.141 orang dan penerima dosis kedua sebanyak 1.676.559 orang atau 23,75 persen.

Warga menerima suntikan vaksin COVID-19 di Mal Nipah, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/10/2021). Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mencatat capaian vaksinasi COVID-19 di Sulawesi Selatan hingga 20 Oktober 2021 sebanyak 2.630.846 orang penerima dosis pertama atau 37,27 persen dari target 7.058.141 orang dan penerima dosis kedua sebanyak 1.676.559 orang atau 23,75 persen.

Foto: ANTARA/Arnas Padda
Pemerintah masih harus terus tingkatkan capaian vaksin remaja dan lansia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, menurut data per Jumat (22/10) sore, 111,9 juta orang Indonesia telah mendapatkan vaksin dosis pertama atau 53,75 persen dari sasaran vaksinasi nasional. Sedangkan yang telah mendapatkan vaksin lengkap sebanyak 66,7 juta orang atau 32 persen.

Namun, masih terdapat sejumlah tugas besar yang perlu dilakukan terkait vaksinasi. Salah satunya terkait meningkatkan capaian vaksinasi bagi lansia dan remaja.

Baca Juga

“Untuk itu, pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk membantu memberikan informasi, masukan, saran, dan bantuan bagi keluarga yang remaja dan lansia untuk dapat segera divaksinasi, demi melindungi diri mereka dan keluarga,” ujar Nadia dalam keterangan, Jumat (22/10).

Upaya membangun kekebalan komunal, atau capaian vaksinasi di atas 70 persen, terus dilakukan meski tingkat penularan Covid-19 di Indonesia telah jauh menurun. “Justru penurunan tersebut mengindikasikan bahwa langkah yang telah dan sedang kita laksanakan ini telah berada di jalur yang tepat, sehingga perlu dilanjutkan dan dituntaskan,” tegas Nadia,

“Jadi penurunan ini juga jangan membuat kita lengah dan mengendorkan protokol kesehatan. Pelaksanaan protokol kesehatan 3M dan percepatan vaksinasi mesti berjalan seiring,” imbuhnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA