Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Tujuh Tahun Kepemimpinan Jokowi, Spanduk Dukungan Bertebaran

Jumat 22 Oct 2021 06:18 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Foto: ANTARA/Biro Pers dan Media Setpres
Bunyi dari spanduk-spanduk tersebut unik dan menggelitik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki tujuh tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sejumlah spanduk dukungan dengan tagar #KobarkanJokowi #JokowiFokusKerja #JanganGangguJokowi bertebaran di berbagai kota dan daerah di Indonesia.

Tulisan spanduk-spanduk tersebut mendukung pemerintahan Presiden Jokowi dengan kata-kata yang unik dan lucu, seperti "Aku Fokus Tuntaskan Skripsi, Pak Jokowi Fokus Tuntaskan Pembangunan Indonesia", "Pacaran Tujuh Tahun Saja Banyak Tantangannya, Apalagi Membangun Indonesia", "Indonesia Saja Bisa Jadi Negara Maju Bersama Jokowi, Masa Hubungan Kita Gak Maju-Maju", dan "Terimakasih Presiden Jokowi, Wujudkan Pembangunan Indonesia Sentris".

Koalisi Bersama Rakyat (Kobar) menyatakan bertanggungjawab atas pemasangan spanduk-spanduk tersebut. Mereka mengeklaim tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membawa Indonesia pada lompatan-lompatan jauh dan perubahan kemajuan. 

Koordinator Nasional Kobar, Alan Singkali menyampaikan, visi Presiden Jokowi yang mendorong pembangunan Indonesia sentris dianggap telah mengangkat harkat dan martabat seluruh bangsa Indonesia. 

"Pemasangan spanduk-spanduk tersebut adalah ekspresi dari para anggota kami terhadap visi pembangunan Jokowi yang pro kepada Indonesia Sentris. Tidak hanya di Jawa dan Sumatra, tetapi seluruh kepulauan Nusantara, khususnya daerah-daerah pelosok, tertinggal, dan perbatasan, seperti yang kita lihat pada sukses dan megahnya perhelatan PON XX Papua lalu," kata Alan Singkali melalui siaran persnya pada Kamis (21/10).

photo
Salah satu spanduk dukungan kepada Jokowi yang ada di sudut jalan. - (Dok. Kob)
Fokus kerja Jokowi yang memadukan pembangunan manusia dan pembangunan infrastruktur, lanjut Alan, dianggap telah menipiskan kesenjangan antar strata, wilayah, serta segmen lain di Indonesia. Misalnya saja gagasan revolusi mental dan program tol laut, serta pembangunan jalan penghubung lintas Papua.

"Perhatian khusus Presiden terhadap pemberantasan radikalisme dan ujaran kebencian, telah menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi segenap warga Indonesia, khususnya kelompok-kelompok yang selama ini masih termarjinalkan," ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus mendukung setiap usaha dan kerja keras Presiden Joko Widodo dengan tidak terpengaruh pada provokasi dan ujaran kebencian yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

"Jangan ganggu beliau dengan berbagai macam isu hoax ataupun yang tidak produktif. Masih tersisa tiga tahun untuk menuntaskan pembangunan yang sempat tersendat karena penanggulangan pandemi Covid-19," kata Alan.

Menurut Alan, Presiden Jokowi dapat fokus bekerja melakukan lompatan-lompatan jauh selama dan jika selalu membangun komunikasi dan koalisi bersama rakyat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA