Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Bocah 11 Tahun Jadi Carrier Varian AY 4.2. di Israel

Jumat 22 Oct 2021 03:46 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Indira Rezkisari

Israel mengonfirmasi kasus sub varian virus corona jenis Delta sub varian AY 4.2.

Israel mengonfirmasi kasus sub varian virus corona jenis Delta sub varian AY 4.2.

Foto: Pixabay
Kasus varian AY 4.2. ditemukan di Bandara Tel Aviv.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Israel mengonfirmasi kasus sub varian virus corona jenis Delta yang sebelumnya juga dilaporkan di beberapa negara Eropa. Kementerian Kesehatan Israel mengatakan sub varian AY 4.2 virus corona jenis Delta itu sudah teridentifikasi di Israel.  

“Varian AY 4.2. yang telah ditemukan di sejumlah negara di Eropa telah diidentifikasi di Israel,” kata Kementerian Israel seperti dilansir Arab News pada Kamis (21/10).

Kemenkes Israel mengatakan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang tiba dari Eropa telah menjadi carrier. Kasus itu diidentifikasi di bandara Ben Gurion di Tel Aviv. Anak itu pun dikarantina. Sementara Kemenkes Israel mengatakan tidak ditemukan kontak lebih lanjut.

Varian AY 4.2. telah muncul beberapa kali di Inggris. Pascatemuan varian itu, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett langsung mengadakan pertemuan darurat pada Rabu dengan pejabat Kementerian Kesehatan dan mengumumkan bahwa Israel akan mengambil langkah-langkah terutama untuk mempertahankan hasil positif dalam beberapa waktu terakhir dari perang melawan virus.

Bennett meminta agar penyelidikan epidemiologi terhadap varian baru didukung. Selain itu ia meminta menjalin hubungan dengan negara lain di mana sub-varian itu telah terdeteksi. Israel juga sedang mempertimbangkan perubahan persyaratan masuk bagi pengunjung.

Francois Balloux, profesor biologi sistem komputasi di University College London, mengatakan bahwa subvarian itu langka dan tampaknya tidak menimbulkan risiko yang sama dengan peningkatan transmisi yang signifikan seperti galur lainnya. Varian itu ditemukan ketika Israel mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan pariwisata menyusul penurunan kasus.

Rencana Israel untuk membuka kembali perbatasan pun kandas di tengah meningkatnya kasus varian Delta. Pada akhir Agustus dan awal September, kasus baru mencapai 11.000 per hari. Pihak berwenang meluncurkan kampanye agresif untuk memvaksin warga dengan vaksin ketiga yaitu vaksin Pfizer-BioNTech.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA