Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Isu Vaksin Picu Komorbid Menyebar di Kalangan Lansia

Kamis 21 Oct 2021 19:42 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada nenek bernama Tarmi di rumahnya Kelurahan Kalinyamat Wetan, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (21/10/2021). Tarmi merupakan lansia tertua dengan usia 102 tahun yang mengikuti vaksinasi COVID-19 di Kota Tegal.

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada nenek bernama Tarmi di rumahnya Kelurahan Kalinyamat Wetan, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (21/10/2021). Tarmi merupakan lansia tertua dengan usia 102 tahun yang mengikuti vaksinasi COVID-19 di Kota Tegal.

Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah
Kemenkes menjelaskan, ada mispersepsi tentang vaksin di kalangan lansia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi menyebut cakupan vaksinasi di kalangan lansia belum berjalan sesuai target. Hal itu terjadi salah satunya karena adanya kabar vaksin dapat menjadi pemicu komorbid.

"Masih adanya mispersepsi dari para lansia bahwa dikatakan umur mereka justru seharusnya tidak mendapatkan vaksin karena nanti efek sampingnya timbul lebih banyak," kata Siti dalam agenda Dialog Produktif Kabar Kamis dengan tema "Vaksin Untuk Semua Umur" yang diikuti dari Youtube Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis.

Baca Juga

Nadia mengatakan, vaksinasi pada lansia masih menjadi tantangan yang perlu segera diselesaikan. Sebab, dari total 21,5 juta sasaran vaksinasi pada lansia, saat ini baru 7,8 juta jiwa yang mendapatkan dosis pertama dan baru 4,9 juta jiwa yang mendapatkan dosis kedua.

"Artinya, ini baru 33 persen yang mendapatkan perlindungan dari vaksinasi dosis pertama. Kalau dosis yang lengkap itu malah baru hanya 22 persen," katanya.

 

 
 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA